Breaking News:

Manchester City vs Borussia Monchengladbach; Kejar Empat Gelar

DUA musim lalu Manchester City untuk pertama-kalinya meraih treble, tiga gelar juara domestik di Inggris, yakni Liga Primer, Piala FA, dan Piala Liga

OLI SCARFF / AFP
Ekspresi manajer Manchester City, Pep Guardiola, dalam pertandingan Liga Inggris 2017-2018 menghadapi Burnley di Stadion Turf Moor, Burnley, Inggris, pada 3 Februari 2018. 

TRIBUNJAMBI.COM - DUA musim lalu Manchester City untuk pertama-kalinya meraih treble, tiga gelar juara domestik di Inggris, yakni Liga Primer, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

Ketika itu, sang pelatih, Pep Guardiola menyebut bahwa sebuah hal yang hampir mustahil jika timnya menambah satu lagi gelar juara, jadi quardruple, yang artinya ditambah dengan juara Liga Champions.

Semakin hampir mustahil pula jika impian quardruple itu diwujudkan musim ini. Musim yang aneh, dengan berjangkitnya pandemi virus corona, badai cedera yang menerpa para pemain, jadwal pertandingan yang macet, dan tak adanya pra-musim.

Logikanya di tengah segala kekacauan itu, mengejar quardruple adalah hal yang lebih mustahil. Namun, ajaibnya, sampai sejauh ini, diam-diam City justru sedang anteng menuju ke arah empat gelar juara.

Di Liga Primer, mereka memimpin 14 poin meninggalkan para pesaingnya. Sepertinya hanya tiggal masalah waktu yang akan menentukan mereka meraih gelar juara ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.

Rabu (17/3) dini hari, pasukan The Citizen bergerak ke Budapest, Hongaria, yang akan jadi kandang mereka untuk menjamu wakil Jerman,  Borussia Monchengladbach dalam Leg kedua 16 besar Liga Champions. Separuh kaki City sudah berada di perempatfinal setelah menang 2-0 pada leg pertama lalu.

Setelahnya, akhir pekan depan mereka akan menyambangi markas Everton, Goodison Park di ajang perempatfinal Piala FA. Sedang final Piala Liga Inggris kontra Tottenham menunggu giliran pada April.

Dan mengingat performa City yang hampir sempurna, menang 23 kali dalam 24 laga di berbagai kompetisi, menyusul kemenangan 0-3 atas Fulham (13/3), maka raihan empat gelar itu bukan lagi hal yang mustahil sekarang.

Dikutip dari AFP, performa luar biasa City tak lepas dari strategi Guardiola yang apik dalam merotasi pemain. Dia berani mengganti tujuh pemain utamanya saat melawan Fulham, yang baru saja mengalahkan Liverpool, dan hanya sekali kalah dari enam laga terakhir. Toh, hasilnya City tetap bisa cetak tiga gol tanpa kebobolan.

Guardiola pun tercatat jadi pelatih yang paling sering mengotak-atik pemain di Liga Primer musim ini, sebanyak 94 kali. Tak ada pelatih lain yang "segila" dirinya.

Halaman
123
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved