Breaking News:

Berita Nasional

Yusril Ihza Mahendra Singgung Soal Tantangan Berat Bila Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Terlaksana

Munculnya wacana presiden 3 periode masa jabatan buat banyak politikus di tanah air buka suara.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Munculnya wacana presiden 3 periode masa jabatan buat banyak politikus di tanah air buka suara.

Sementara dari para pengamat ikut menyoroti soal itu.

Seperti Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra yang juga angkat bicara mengenai kecurigaan Amien Rais terkait adanya usaha dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menguasai semua lembaga tinggi negara.

Amien Rais merasa curiga, di rezim Presiden Jokowi akan mendorong adanya sidang MPR untuk melakukan perubahan terhadap dua pasal.

Jokowi dan Amien Rais
Jokowi dan Amien Rais (Kolase/Tribun Jambi)

Baca juga: Amien Rais Ungkap Kecurigaan Isu Jabatan Presiden 3 Periode, PKS Ingatkan Jokowi Demokrasi Akan Mati

Baca juga: ISTANA Geram Gegara Amien Rais Sebut Presiden Mau Jabat 3 Periode, Ali: Ketemu Jokowi Tidak Ngomong?

Baca juga: Amien Rais Curigai Skenario Jokowi Tiga Periode buat Istana Berang : Setiap Statemen Bikin Gaduh

Satu diantara dua pasal itu, kata Amien Rais akan memberikan hak bagi presiden bisa dipilih tiga kali.

Menyikapi hal tersebut, Yusril Ihza Mahendra pun mengatakan aturan Pasal 7 UUD 1945 yang diperdebatkan itu sebenarnya sudah ada sejak lama.

"Ketentuan dalam Pasal 7 UUD 1945 sebelum amandemen yang mengatakan 'Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali' memang bersifat multi tafsir. Dimasa Presiden Sukarno jabatan itu dipegang lebih dari sepuluh tahun. Di masa Presiden Suharto bahkan lebih dari 30 tahun, setelah dipilih kembali setiap 5 tahun tanpa ada batasnya," ujar Yusril, saat dikonfirmasi, Senin (15/3/2021).

Akan tetapi, Yusril juga mengatakan di era reformasi, norma Pasal 7 UUD 1945 itu diamandemen sehingga berbunyi 'Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan'.

Dengan amandemen itu, Yusril menegaskan sifat multi tafsir yang awalnya ada pun menjadi hilang.

Jokowi dan Yusril Ihza Mahendra
Jokowi dan Yusril Ihza Mahendra (Tribun Kaltim)

Baca juga: Cara Unik Raja Tes Keperawanan, Jika Buluh Patah di Hadapan Raja Si Gadis Tak Perawan

Baca juga: Aksi Ibu-ibu yang Gagalkan Jambret, Dua Pelaku Langsung Tersungkur ke Dalam Got

Baca juga: Kisah Anton Medan Keluar Dunia Kejahatan & Jadi Mualaf hingga Pemuka Agama Sampai Akhir Hayatnya

Presiden dan Wakil Presiden pun hanya menjabat maksimum dua kali peiode jabatan, yakni selama 10 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved