Breaking News:

Kata-kata Anton Medan Saat Ceramah di LP : Jangan Lupa Belajar Agama Selama di Penjara

Pria bernama lahir Tan Hok Liang, dan kemudian beralih menjadi Muhammad Ramdhan Effendi ini sepak terjang dan kisah hijrahnya banyak menarik perhatian

DOKUMEN PRIBADI
Anton Medan Meninggal Dunia 

Sebelum masuk Islam, Anton dibesarkan di tengah-tengah politik gelap Indonesia.

Itu selama pemerintahan Orde Baru Suharto ketika preman digunakan dalam politik, bisnis dan instansi pemerintah.

Pada tahun 1998, Anton Medan dijadikan kambing hitam untuk orkestrasi Kerusuhan Jakarta setelah tuduhan itu diam-diam dicabut.

Rekam Jejak Anton Medan: Keluar Masuk Penjara

Melansir artikel Kompas berjudul "Bolak-balik Masuk Penjara, Ini Kata Anton Medan soal Kehidupan di Lapas"

Anton menceritakan bahwa ia sudah keluar masuk penjara sebanyak 14 kali sepanjang hidupnya.

Akrab dengan kehidupan di "hotel prodeo" membuatnya mengetahui seluk-beluk lapas.

Anton membandingkan perbedaan penjara di masa sebelum reformasi dengan masa kini. Menurutnya, penjara di masa kini sudah jauh lebih baik.

"Kalau dulu, mindset-nya masih penjajah. Penjara itu buat nyiksa orang. Setelah diubah menjadi lapas, baru penjara menjadi tempat untuk pembinaan," ujar Anton

Anton mengungkapkan, dirinya sempat merasakan pahitnya hidup di balik penjara.

Salah satunya, saat kerusuhan 1998, Anton ikut dituduh membakar rumah salah seorang pengusaha. Ia pun dipenjara.

Menurutnya, ada perlakuan sewenang-wenang dari aparat penjaga tahanan di Mapolda Metro Jaya.

Ia mengaku, ada pula tahanan lain yang tak pernah diperiksa hingga tak jelas masa tahanannya.

Ia lantas membandingkan keresahan para tahanan di Mapolda Metro Jaya seperti yang terjadi pada narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan.

"Hanya saja, waktu itu kami memprotes soal KUHAP karena petugas maupun pelakunya tidak ada yang tahu kapan masa tahanannya selesai. Bahkan, ada petugas yang bilang kalau mau cepat pulang, mending lompat tembok. Akhirnya, pemberontakan pun dilakukan dengan membakar tahanan di Polda Metro. Saya termasuk salah satu pelakunya karena penegak hukum yang tidak beres," kata dia.

Sudah Siapkan Liang Lahat Sejak Tahun 2017

Anton Medan rupanya sudah menyiapkan liang lahat untuk dirinya jika nanti meninggal dunia.

Liang lahat yang disiapkan Anton Medan berada di Pondok Pesantren Attaibin yang berlokasi di Kampung Bulak Rata RT 2/8, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ponpes itu akan menjadi tempat peristirahatan terakhir lelaki berusia 61 tahun tersebut.

Pria pemilik nama Tionghoa, Tan Kok Liong (61) sejak dulu memang bercita-cita membangun sebuah pondok pesantren bagi mualaf Tionghoa dan mantan narapidana yang ingin belajar agama.

Pada tahun 2002 cita-citanya pun terwujud membangun sebuah pondok pesantren.

Namun, saat itu yang pertama kali dibangun oleh Anton Medan yakni kuburan yang akan menjadi tempat peristirahatan akhirnya.

"Yang pertama dibangun pertama oleh Bapak (Anton Medan) kuburannya dulu, terus dilanjutin ngebangun pondok pesantren," kata Deni Chunk (41) pengurus Pondok Pesantren Attaibin saat ditemui TribunnewsBogor.com.

Lokasi yang nantinya menjadi tempat pemakanam Anton Medan itu pun berada tepat di sebelah kanan Masjid Tan Kok Liong yang didesain dengan gaya bangunan Tionghoa.

Meninggal Dunia

Anton Medan meninggal dunia hari ini, Senin 15 Maret 2021 di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Kabar duka tersebut mulanya beredar melalui Twitter yang dikicaukan oleh pemilik akun @anditoaja.

"inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Ketua Umum PITI Bpk. H Ramdhan Effendy/Anton Medan, pada hari Senin 15 Maret 2021, pukul 14.50 WIB di kediamannya di Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor. Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya. Mohon doa & Al-Fatihah."

Meninggalnya pemuka agama keturunan Tionghoa ini telah dikonfirmasi oleh Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra, Senin (15/3/2021).

Ipong juga menjelaskan penyebab Anton Medan meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang diidapnya.

"Iya benar, karena stroke dan diabetes," ujar Ipong seperti dilansir dari artikel Kompas berjudul "Anton Medan Meninggal Dunia"

Sumber : POSKUPANG

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved