Berita Sarolangun
Mantan Warek UIN Jambi Lapor Polisi Setelah Alat Berat Miliknya Dibakar Warga Lubuk Bedorong
Pada saat kejadian, dia mengaku tengah tidak di lokasi sedangkan empat anak buah termasuk keponakan diungsikan kabur dari amukan massa.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pasca pembakaran alat berat yang terjadi di Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun Jambi oleh masyarakat sekitar berujung laporan lapor polisi.
Kasubbag Humas Polres Sarolangun AKP Ardiansyah membenarkan adanya laporan yang masuk dari pemilik alat dan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan.
"Ya, laporan sudah diterima pihak Polres Sarolangun dan saat ini sedang dalam penyidikan oleh tim penyidik dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi-saksi, " ujarnya, Rabu (10/3/2021).
Seusai dilakukan penyidikan oleh petugas, Hidayat selaku pemilik alat menceritakan awal mula terjadinya pembakaran itu.
Hidayat mantan wakil rektor UIN sts Jambi itu menyangkal alat beratnya telah melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin dilokasi tersebut.
"Saya kirim alat itu untuk membuat jalan buat nanam sawit di Desa Lubuk Bedorong, kurang lebih 30 Hektar pinggir sungai Batang Limun dari aspal kurang lebih 500 Meter," katanya.
Lebih lanjut pada saat sebelum pembakaran itu, alat berat miliknya tengah melakukan pengerjaan jalan dan hampir rampung sekitar 200 meter.
"Saya di telpon oleh Kadus Lubuk Bedorong, ada masyarakat mau demo dan hati-hati be alat mamak," sampainya menirukan percakapan kepala dusun.
Kemudian, kata dia sebelum kejadian itu sempat menitipkan pesan kepada keponakannya yang bekerja menggunakan alat untuk berhati-hati menghadapi massa. "Saya dapat cerita pada saat jam 5 sore bahwa alat saya dibakar, saya baca di koran katanya ada PETI dan segala macam," sebutnya.
"Jangankan untuk PETI, satu on saja tidak pernah saya ngambil disitu," sambungnya.
Katanya, kedatangannya ke Mapolres kali ini bertujuan untuk melapor atas aksi main hakim yang dilakukan massa lubuk bedorong sehingga merugikannya.
"Jadi saya datang kesini menyampaikan laporan bahwa alat saya dibakar massa dan ditanya tau atau tidaknya orangnya saya bilang tidak tau," ungkapnya.
Pada saat kejadian, dia mengaku tengah tidak di lokasi sedangkan empat anak buah termasuk keponakan diungsikan kabur dari amukan massa.
"Saya pelaku tidak tau pasti karena di Jambi, saya minta kan silahkan bapak (Polisi_red) cari siapa pelakunya. Nama-nama sudah ada 42 orang namanya," katanya.
Baca juga: Kuota Kartu Prakerja Gelombang 14 Sebanyak 600 Ribu, Pendaftaran Mulai Dibuka Hari Ini
Baca juga: Ikbal Fauzi Pemeran Rendy Ikatan Cinta Akan Melepas Masa Lajang
Baca juga: Cerita Mahfud MD Saat Beritau Presiden Soal Kudeta Partai Demokrat : Dia Happy-happy Saja Tuh