Breaking News:

Dicap Organisasi Preman, Japto: Pemuda Pancasila Dikatakan Haram Jadah, Ini Kita Buktikan

Wakil Presiden Maruf Amin meluncurkan gerakan nasional mengisi masjid dengan 1.000.000 sajadah pelindung Covid-19.

Editor: Teguh Suprayitno
Amriyono Prakoso
Japto Soelistyo Soerjosoemarno 

Dicap Organisasi Preman, Japto: Pemuda Pancasila Dikatakan Haram Jadah, Ini Kita Buktikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin meluncurkan gerakan nasional mengisi masjid dengan 1.000.000 sajadah pelindung Covid-19.

Gerakan ini diinisiasi organisasi kemasyarakat Pemuda Pancasila.

Satu juta sajadah tersebut akan didistribusikan ke 275.000 masjid di seluruh Indonesia.

Wakil Presiden RI Maruf Amin menilai, penanganan Covid-19 memerlukan upaya kolaboratif yang melibatkan semua pihak, baik pemerintah, organisasi non-pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat.

Satu upaya yang diperlukan adalah proses percepatan penanganan Covid-19 yang berbasis masyarakat, termasuk dalam memanfaatkan masjid sebagai tempat berkumpulnya masyarakat.

“Saya mendukung inisiatif Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila untuk memanfaatkan masjid tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan dan pembinaan umat, termasuk dalam hal pencegahan dan penanganan risiko bencana, khususnya pandemi Covid-19,” ujar Wapres saat meluncurkan Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan 1.000.000 Sajadah Pelindung Covid-19 secara virtual dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Kamis (11/03/2021).

Baca juga: Diam-diam Moeldoko Temui Jusuf Kalla Minta Dukungan Jadi Ketua Partai, Kini Ribut Rebutan Demokrat

Baca juga: Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Tentara Israel Jelang Peringatan Isra Miraj, Warga Palestina Melawan

Lebih lanjut Wapres berharap agar inisiatif tersebut dapat dilakukan secara lebih luas di seluruh Indonesia.

“Gerakan nasional ini saya harapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas di tingkat daerah, melalui cabang organisasi Pemuda Pancasila yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 berbasis masyarakat dan komunitas masjid,” ujarnya.

Menurut Wapres, penanganan Covid-19 memerlukan segala upaya, baik fisik maupun nonfisik, termasuk doa dan rasa optimisme.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved