Breaking News:

Femallenials

Hanya Kampanye Via Media Sosial, Keprihatinan Ratu pada Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Jambi

Menjadi Pelopor Anti Narkoba memiliki misi mengampanyekan budaya anti narkoba sebagai bagian dari gaya hidup sehat anak milenial.

ISTIMEWA
Ratu Kevinaya Fellisa 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menjadi Pelopor Anti Narkoba memiliki misi mengampanyekan budaya anti narkoba sebagai bagian dari gaya hidup sehat anak milenial.

Dengan kata lain pelopor anti narkoba bisa dikatakan sebagai penyambung tangan Badan Narkotika Nasional (BNN) khususnya di kalangan milenial untuk menyampaikan bahaya narkoba.

Tahun lalu, BNN melakukan pemilihan pelopor anti narkoba, saat pandemi Covid-19 sudah mulai merebak di Indonesia khusunya Jambi. Saat itu sekolah juga sudah mulai diliburkan demi kenyamanan dan keamanan.

Menurut Ratu Kevinaya Fellisa yang kerap disapa Ratu sebagai Pelopor Anti Narkoba, masa pandemi Covid-19 sangat membatasi ruang gerak pelopor anti narkoba, membuat pergerakan pelopor anti narkoba kurang maksimal.

"Pemilihan pelopor anti narkoba tahun lalu memang di tengah pandemi Covid-19 dan juga saat sekolah baru mulai libur, hal ini membatasi gerak dan pelopor anti narkoba juga bergerak kurang maksimal," jelas Ratu.

Selain pelopor bergerak kurang maksimal, ia terus mengikuti pergerakan kasus narkoba di Jambi yang mendapat peringkat 4 kasus narkoba, membuat ia lebih bersemangat memberitau orang banyak bahaya penggunaan narkoba.

"Melihat Jambi sekarang masuk dalam peringkat 4 kasus narkoba dan belum lagi lapas dan sel didominasi tersangka penyalahgunaan narkoba dan bahkan sudah over capacity, saya semakin bersemangat memberitahukan orang banyak bahaya narkoba dan semoga bisa memberi dampak juga," tambahnya.

Karena masih di tengah musim pandemi covid-19, ha hanya melakukan penyuluhan melalui beberapa akun media sosial.

"Melihat hal tersebut, penanganan narkoba di Jambi memang harus lebih serius lagi dan saya sebagai pelopor anti narkoba juga terus menyuarakan budaya anti narkoba dan memberitahu bahaya-bahayanya, melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan Youtube," lanjutnya.

Di tengah masa pandemi Covid-19 hampir setahun terakhir, sangat membatasi ruang gerak pelopor anti narkoba, dan ini termasuk kendala yang dihadapi.

Halaman
123
Penulis: Ade Setyawati
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved