Breaking News:

Advetorial

Anggota Komisi IX DPR RI, Saniatul Lativa Sosialisasi Pemilihan Obat Tradisional di Tebo

Masih banyaknya masyarakat yang belum tahu dan memilih obat tradisional yang aman serta menyehatkan, menjadikan sosialisasi ini sangat penting dilakuk

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Anggota Komisi IX DPR RI, Saniatul Lativa Sosialisasi Pemilihan Obat Tradisional di Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, TEBO - Anggota Komisi IX DPR RI, Saniatul Lativa mengadakan sosialisasi pemilihan obat tradisional yang aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi.

Sosialisasi tersebut bekerjasama dengan BPOM Jambi, berlangsung di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Sabtu (6/3/2021).

Masih banyaknya masyarakat yang belum tahu dan memilih obat tradisional yang aman serta menyehatkan, menjadikan sosialisasi ini sangat penting dilakukan dipahami bagi masyarakat.

Baca juga: SBY Tak Menyangka Partai Demokrat Ditimpa Isu Kudeta Pihak Eksternal, Moeldoko : Halah

Baca juga: Promo Superindo Hari Ini 6 Maret 2021, Susu UHT Rp12.500, Detergen 1,8KG Rp26.900, Aneka Snack

Baca juga: Kesaksian Warga Saat Temui Mayat dalam Rumah : Tulangnya Sudah Kelihatan

Masyarakat masih banyak belum tahu bahaya mengkonsumsi jamu atau obat tradisional yang beredar secara ilegal. Jamu atau obat tradisional tersebut biasanya di edarkan di toko ataupun tempat minum jamu yang berjejeran di pinggir jalan.

Saniatul Lativa menuturkan obat tradisional merupakan bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

“Jamu termasuk obat tradisional yang dibuat dari bahan atau ramuan dari tumbuhan, hewan atau mineral dan sediaan sarian atau campurannya yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan kebiasaan masyarakat saat ini,” tutur Wanita yang saat ini menjadi Legislator Jambi tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Saniatul Lativa juga memberikan edukasi kepada peserta yang hadir terkait bagaimana cara memilih obat tradisional yang aman.

“Kita sebagai masyarakat harus pintar ketika ingin mengkonsumsi obat tradisional, yaitu dengan cara cek label, cek kemasan, cek izin edar dan cek kadaluarsa,” ujar Legislator Partai Golkar tersebut.

Saniatul Lativa juga berpesan masyarakat harus hati-hati dengan obat tradisional yang bisa menyembuhkan penyakit dengan cepat. Apalagi kemasan obat tersebut tanpa keterangan izin edar dan biasanya disertai gambar kemasan yang fulgar.

“Obat tersebut harus miliki nomor izin edar, karena ketika tidak ada nomor izin edar berarti obat tersebut bermasalah karena berbahaya, obat tersebut biasanya sangat cepat proses penyembuhannya tetapi harus hati-hati karena ada efek samping terjadi seperti gagal ginjal, sebab ginjal terlalu bekerja keras untuk mengeluarkan sisa metabisme obat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BPOM Jambi Ahmad Rafqi menyampaikan terkait UU No. 3 tahun 2009 tentang kesehatan, dalam pasal 196 menyatakan. Setiap orang yang sengaja memproduksi atau mengedarkan obat tradisional yang tidak memenuhi standar dan persyaratan keamanan, dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Banyak obat yang beredar di masyarakat tanpa izin edar ataupun mencantumkan izin edar palsu, biasanya obat tersebut banyak dibeli oleh orang karena “'es pleng”'atau langsung sembuh padahal kita harus waspada karena ditambah bahan kimia obat dan serta mencantumkan pendaftaran fiktif,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved