Citizen Journalism

Kenaikan Produksi Padi Berbanding Lurus Dengan Kesejahteraan Petani? Sebuah Ulasan

PERTANIAN masih menjadi cermin kemiskinan di negeri agraris. Di era revolusi industri 4.0, pertanian masih menjadi tumpuan penghidupan

Editor: Nani Rachmaini
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Ilustrasi. Petani 

Dari sisi penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jambi sektor pertanian masih menjadi tumpuan hidup masyarakat. Berdasarkan data hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2020 bahwa 46,44 persen penduduk Provinsi Jambi bekerja pada sektor pertanian, sebesar 15,54 persen bekerja pada sektor perdagangan dan 5,03 persen bekerja pada sektor industri pengolahan.

Akibat pandemi Covid-19 jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat 0,52 persen dibanding Agustus 2019 sedangkan jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan turun 0,53 persen. Mereka yang terdampak pengurangan tenaga kerja di sektor industri kembali ke berusaha di sektor pertanian.

Pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat dampak pandemi berimbas pada meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi 0,79 persen pada Triwulan III 2020 dibanding Triwulan III 2019 dan turunnya pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 3,04 persen berimbas pada naiknya angka kemiskinan sebesar 0,46 persen poin pada September 2020 yaitu menjadi 7,97 persen dibanding pada September 2019 yang sebesar 7,51 persen.

Perlambatan ekonomi terjadi akibat adanya pembatasan sosial untuk mencegah meluasnya penularan virus. Tak ayal berkurangnya aktivitas ekonomi masyarakat menyebabkan banyak perusahaan mengurangi kapasitas produksi akibat turunnya permintaan yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja sehingga pengangguranpun meningkat. Pada Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jambi naik 1,07 persen poin menjadi 5,13 persen dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 4,06 persen.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menaggulangi permasalahan kemiskinan yang terjadi khususnya di sektor pertanian yang merupakan kantong kemiskinan di pedesaan. Kemiskinan disebabkan karena distribusi pendapatan yang timpang. Penduduk miskin umumnya memiliki sumberdaya yang terbatas. Mereka kesulitan untuk mengakses faktor produksi seperti modal, teknologi dan pemasaran.

Lingkaran setan kemiskinan (vicious circle of poverty) yang membelit harus bisa diurai dengan kebijakan yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Bantuan benih, subsidi pupuk dan alat pertanian harus senantiasa dimonitor agar tepat sasaran dan berdaya guna bagi usaha pertanian.

Intensifikasi pertanian sangat vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pendampingan melalui penyuluh-penyuluh pertanian yang kompeten untuk mengedukasi petani dari sisi teknis maupun etos kerja penting untuk dilakukan. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan embung untuk kebutuhan pengairan akan sangat bermanfaat.

Di dalam negara agraris, sektor pertanian adalah ibu dari sektor yang lain. Ketika sektor pertanian maju maka akan mendorong pertumbuhan sektor yang lain. Agroindustri yang digadang-gadang akan menjadi unggulan di masa depan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing tidak akan pernah terwujud jika sektor pertanian melemah. Selama manusia masih membutuhkan makanan maka petani masih dibutuhkan.

Vita Eisynta Dewi
(Seksi Statistik Pertanian/Fungsional Statistisi BPS Provinsi Jambi)
Vita Eisynta Dewi (Seksi Statistik Pertanian/Fungsional Statistisi BPS Provinsi Jambi) (Istimewa)

Baca juga: TEKA-TEKI Sosok Tengkorak Dalam Mobil yang Ditemukan di Tanjabtim, Diduga Sudah 5 Bulan Tenggelam

Baca juga: Misterius, Polisi Perkirakan Mobil Berisi Tengkorak Sudah Berada Di Dalam Kanal Selama 5 Bulan

Baca juga: Diduga Tengkorak di Dalam Mobil Anak Buah Kontraktor PT, Polisi Terkendala Tidak Identitas

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved