Breaking News:

Berita Batanghari

Emmy, IRT di Batanghari Asal Desa Terusan Jadi Terdakwa Korupsi Asuransi Petani Senilai Rp700 juta

Emmy, ibu rumah tangga asal Desa Terusan jalani persidangan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Emmy ditetapkan sebagai terdakwa

DOK/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. Asuransi 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Emmy, ibu rumah tangga asal Desa Terusan jalani persidangan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Emmy ditetapkan sebagai terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2019. 

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Kamis (4/3/2021), lima orang saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Batanghari. 

Para saksi yang dihadirkan merupakan ASN dan Honorer di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Batanghari. Saksi lainnya merupakan petani padi yang didaftarkan sebagai peserta asuransi AUTP oleh terdakwa

Fandi Arza, honorer pada Dinas TPH Kabupaten Batanghari yang ditunjuk sebagai petugas administrasi pada penerimaan pendaftaran program Asuransi AUPT mengatakan, Emmy saat itu mendapat informasi mengenai program tersebut. 

Pada Maret 2019, terdakwa Emmy kemudian menemui Darwin Nasution, Kabid Sarpras Dinas TPH Kabupaten Batanghari. "Sama pak kabid dipesan suruh bantu administrasi pendaftaran, setelah itu bu Emmy datang lagi untuk mendafat dengan membawa persyaratan. Salah satu syaratnya harus ada kelompok tani," kata saksi Fandi. 

Dengan membawa persyatan Kelompo Tani Sungai Aur, saksi membatu proses pendaftaran dan input data terdakwa ke PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Dimana program tersebut dibiayai oleh Jasindo selaku BUMN yang menjalankan program asuransi bantuan petani padi tersebut. 

"Yang didaftatkan dia (Terdakwa) 150 hektare. Syarat lainnya juga sudah dipenuhi membayar Premi Asuransi sekitar 5 juta rupiah," kata saksi Fandi. 

Namun yang dapat didaftarka  kata skasi Fandi hanyalah 120 hektar. Alasannya, setelah dilakukan pengecekan terdapat beberapa nama yang sama dan tidak memenuhi syarat. 

Setelah didaftarkan, kemarau panjang yang terjadi tahun 2019 mengakibatkan lahan sawah milik Kelompok Tani Sungai Aur mengalami kekeringan hingga berujung pada gagal panen. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved