Breaking News:

Gubernur Sulsel Ditangkap

Penyidik KPK Temukan Uang Tunai Saat Geledah Rumah Pribadi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Rumah pribadi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah digeledah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Selasa (2/3/2021).

Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (topi biru) saat tiba di Gedung KPK, Sabtu (27/2/2021). Penyidik KPK Temukan Uang Tunai Saat Geledah Rumah Pribadi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah 

Penyidik KPK Temukan Uang Tunai Saat Geledah Rumah Pribadi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

TRIBUNJAMBI.COM - Rumah pribadi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah digeledah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Selasa (2/3/2021).

Rumah Nurdin Abdullah digeledah terkait dugaan korupsi infrastruktur yang menyeretnya.

Dikatakan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, penggeledahan dilakukan di dua lokasi berbeda yakni Kantor Dinas PUTR Provinsi Sulsel dan kediaman pribadi Nurdin.

"Dari dua lokasi tersebut ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan juga sejumlah uang tunai," kata Ali dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, PDI-P Janji Bakal Dampingi Nurdin Abdullah Jalani Proses Hukum

Kakak Kandung di Solo Siksa Wanita Cantik di Depan Ibu, Badan Korban Luka dan Penuh Lebam

Siapa Ferry Ellas, Anah Buah Joni Botak Yang Tewas Dalam Baku Tembak Dengan TNI-Polri di Papua

Pada Senin (1/3/2021), Ali Fikri bilang, penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan yaitu rumah dinas Jabatan Gubernur dan rumah dinas Jabatan Sekretaris Dinas PUTR.

"Dari dua lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan sejumlah uang tunai," ucap Ali Fikri.

Kata Ali Fikri,jumlah uang tunai yang diamankan masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK.

"Selanjutnya terhadap dokumen dan uang tunai dimaksud akan dilakukan validasi dan analisa lbh lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini," ucap dia.

Jumpa pers penetapan Nurdin Abdullah sebagai tersangka di KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari.
Jumpa pers penetapan Nurdin Abdullah sebagai tersangka di KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari. (dok.tribun)

KPK dalam kasus ini menetapkan Nurdin Abdullah bersama dua orang lainnya sebagai tersangka dugaan suap proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Dua tersangka lainnya yakni Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Balaumba, Agung Sucipto.

“KPK menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, sebagai penerima yaitu Saudara NA (Nurdin Abdullah) dan ER (Edy Rahmat). Kedua, sebagai pemberi Saudara AS (Agung Sucipto),” ucap ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Minggu (28/2/2021).

Digerayangi Bos, Dua Wanita Muda tak Berdaya Melihat Keris di Celana Bos : Dia Sering Bawa Keris

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Crystal Palace vs Man United, Ambisi tak Terkalahkan Setan Merah

Perjalanan Karir Rina Gunawan, Sukses Turunkan BB 22 Kg dengan Diet, Punya WO hingga Pengusaha

Nurdin Abdullah bersama Edy disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

“AS disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP," pungkas Firli Bahuri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai"

Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved