Breaking News:

Berita Kota Jambi

Mantan Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Jambi Divonis Bebas

Nana Suryana sebelumnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Kejari Jambi dengan pidana penjara selama 3 tahun

istimewa
Nana Suryana (Tengah) Kacab Bank Mandiri Tanggerang Pasar Cisoka saat proses pelimpahan tahap II Kasus dugaan Korupsi layanan Kredit Serbaguna Mikro (KSM) program BPMT dan PTT Provinsi Jambi Tahun 2013-2014 dengan nilai kerugian negara mencapai 3,4 miliar rupiah. Pelimpahan tahap II berlangsung di Kejari Jambi Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nanan Suryana dan Haris Fadilah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jambi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Layanan Fasilitas Kredit Serbaguna Mikro (KSM) tahun 2013 dan tahun 2014 pada PT. Bank Mandiri (Persero) Kantor Cabang Pembantu Samratulangi Jambi. 

Putusan dibacakan oleh Majelis hakim yang diketuai Yandri Roni, dengan hakim anggota masing-masing Morailam Purba dan Amir Azwan. 

Dalam putusan yang dibacakan pada sidang yang digelar terbuka untuk umum itu, Majelis Hakim menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Sebagaimana dalam dakwaan Primer maupun Subsider Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jambi. 

"Melepaskan dari segala tuntutan hukum pada dakwaan primer, maupun dakwaan subsider," ucap ketua majelis hakim Yandri Roni membacakan amar putusan pada Rabu (3/3/2021). 

Selain itu, putusan majelis hakim juga memerintahkan agar kedua terdakwa dibebaskan dari tahanan, "Memulihkan hak dan martabat keduanya seperti semula," ucap hakim membacakan putusan. 

Sebelumnya Nana Suryana ditetapkan sebagai terdakwa dalam perkara korupsi Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) di Dinas BMPD dan PPT (Badan Penanaman Modal Daerah dan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu) Provinsi Jambi tahun 2013 dan 2014. 

Dalam dakwaan Jaksa kedua terdakwa diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan memproses pengajuan keredit yang diajukan Irfan Rakhmadani yang mengajukan kredit menggunakan 21 nama pegawai BPMD dan PTT Provinsi Jambi. 

Terdakwa selaku Kepala Unit pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Samratulangi Jambi sekaligus sebagai Mikro Mandiri Manager (MMM) periode 2012 sampai 2014, yang bertindak selaku pemutus kredit yang menyetujui hasil investigasi dan verifikasi yang telah dilakukan oleh Mikro Kredit Sales (MKS) dan Mikro Kredit Analis (MKA). 

Namun menurut dakwaan JPU Kejari Jambi, terdakwa tidak menjalankan fungsi internal control kredit diunitnya. Antara lain menguji verifikasi dan analisa hasil untuk mengetahui kebenaran dan kewajaran hasil kerja tim MKS dan MKA. Guna mencegah debitur, data fiktif dan lapping (pencurian uang selama proses collection). 

Sehingga menimbulkan kerugian negara. Hasil audit BPKP dalam perkara ini nilai kerugian negara mencapai 3,5 Miliar rupiah. 

Sebelumnya tiga orang terdakwa dalam perkara ini telah diputus di tingkat pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap. Yakni Farida selaku Bendahara di Dinas, Irfan Rakhmadani dan Toni Candra.  

Nana Suryana sebelumnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Kejari Jambi dengan pidana penjara selama 3 tahun. Denda 50 juta rupiah subsider enam bulan pidana kurungan. 

Sementara Haris Fadilah dituntut dengan pidana penjara selama tahun dan enam bulan. Denda 50 juta rupiah subsider enam bulan kurungan. (Dedy Nurdin) 
 

--

Baca juga: 21 Tahun Menanti, Begini Akhirnya Persoalan Tapal Batas Bungo-Tebo

Baca juga: Polres Batanghari Susun Strategi Penanganan Karhutla, 8 Klaster Tiap Kecamatan

Baca juga: BPBD Catat 30 Hektare Lahan di Provinsi Jambi Sudah Terbakar, Terluas di Tanjung Jabung Timur

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved