Rabu, 10 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS Menolak Klaim Maritim Beijing yang Berlebihan di Laut China Selatan

Di sisi lain, Amerika Serikat memandang konflik Laut China Selatan salah satu poin dalam upaya Presiden Amerika Serikat (AS) baru, Joe Biden.

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ist
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - China secara sepihak mengklaim teritorial yang tumpang tindih dengan beberapa negara di Laut China Selatan.

Kawasan itu disengketakan Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan.

China tiba-tiba masuk dan melakukan provokasi militer di kawasan yang diyakini kaya minyak dan gas itu.

Di sisi lain, Amerika Serikat memandang konflik Laut China Selatan salah satu poin dalam upaya Presiden Amerika Serikat (AS) baru, Joe Biden.

Baca juga: Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak Awal Maret 2021, Gratis Ongkir Hingga Cashback

Baca juga: Apa Virus B117 Berbahaya, Pakar: Mutasi Akan Bergerak Terus

Baca juga: Sudah Satu Tahun Penutupan Gunung Kerinci, Pemandu Wisata Gunung Harap Ada Kebijakan Baru di 2021

Sebab, konflik ini sudah terjadi hampir satu tahun lamanya.

Beberapa negara pun terlibat konflik.

Seperti negara-negara Asia Tenggara.

Melihat hal ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memberikan jawabannya.

Dilansir dari newssetup.kontan.co.id pada Rabu (28/1/2021) mengatakan kepada rekan-rekannya di Indo-Pasifik,

bahwa AS menolak klaim maritim Beijing yang berlebihan di Laut China Selatan.

Dia juga menyoroti mekanisme multilateral yang berkembang seperti "Quad" dalam menangani tantangan global.

Melansir Kyodo News, menurut Departemen Luar Negeri AS,

Blinken dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin bersekutu.

Keduanya menegaskan selama pembicaraan telepon,

bahwa aliansi bilateral yang kuat sangat penting bagi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah meningkatnya penguasaan China di kawasan itu.

Amerika mengirim kapal induk ke Laut China Selatan di bawah pemerintahan Joe Biden. (SCMP)
Di Laut China Selatan yang disengketakan, Menteri Luar Negeri AS yang baru menjabat itu mengatakan,

Amerika Serikat menolak klaim China di perairan tersebut.

Ini karena mereka melebihi zona maritim di bawah hukum internasional.

Sebelumnya, ketegangan meningkat atas masalah Laut China Selatan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengecam klaim Beijing

atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar perairan yang disengketakan dan itu sepenuhnya melanggar hukum.

Dilaporkan beberapa negara tak terima atas klaim itu.

Sebab Beijing memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan beberapa negara.Seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan di Laut China Selatan, yang diyakini kaya akan cadangan minyak dan gas.

"Menteri Luar Negeri Blinken berjanji untuk mendukung negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tekanan RRT," kata departemen itu dalam siaran pers yang dikutip Kyodo News.

Dalam panggilan telepon terpisah dengan mitranya dari Australia Marise Payne,

Blinken dan Payne menyatakan komitmen mereka untuk bekerja sama meningkatkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik antara negara-negara yang berpikiran sama.

Blinken menekankan pentingnya kerja sama melalui organisasi multilateral dan mekanisme seperti Quad,

pengelompokan yang juga melibatkan Jepang dan India, untuk mengatasi tantangan seperti pandemi virus corona dan perubahan iklim, katanya.

Menurut departemen itu, Blinken juga mengadakan panggilan telepon dengan mitranya dari Inggris, Prancis, dan Jerman, di mana perubahan iklim dan China termasuk di antara topik yang dibahas.

Sumber : Cita-cita China Kuasai Laut China Selatan Runtuh, Joe Biden Punya Cara Jitu Bungkam China, Apa?

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved