Breaking News:

Berita Muarojambi

Tiap Tahun Jumlah Guru di Muarojambi Ajukan Gugatan Perceraian Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Dari data yang diperoleh sejumlah tenaga pengajar di Dinas Pendidikan yang mengajukan gugatan perceraian itu kebanyakan dari pihak perempuan.

via Intisari Online
  Ilustrasi Perceraian Meningkat Akibat Pandemi Virus Corona 


TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Jumlah ASN yang berprofesi sebagai pengajar di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi tiap tahun alami peningkatan pengajuan gugatan perceraian.

Dari data yang diperoleh sejumlah tenaga pengajar di Dinas Pendidikan yang mengajukan gugatan perceraian itu kebanyakan dari pihak perempuan.

Seperti yang disampaikan oleh Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Muarojambi Firdaus, pada tahun 2019 lalu guru yang mengajukan gugatan perceraian sebanyak 12 orang, sementara pada tahun 2020 naik menjadi 13 orang.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Muarojambi Firdaus
Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Muarojambi Firdaus ((tribun jambi.com/ Hasbi Sabirin))

Bahkan memasuki awal tahun 2021 ini Dinas Pendidikan Muarojambi sudah menerima 2 pengajuan gugatan perceraian dari guru yang ada di Muarojambi.

"Awal tahun 2021 ini sudah ada dua orang guru yang mengajukan gugatan perceraian, kebanyakan disebabkan pihak ketiga dengan indikasi pengaruh media sosial, guru guru ini kan banyak grup nya, kadang bermain WA bergurau atau karena sering chat pribadi hingga akhirnya menjalin pertemuan dan terjadilah perselingkuhan,"kata Firdaus Selasa (2/3/21).

Ia juga mengatakan, terhadap para guru yang pernah mengajukan gugatan perceraian yang ia terima paling tinggi di usia 65 tahun dan paling muda usia 35 tahun.

Ia sebagai tempat mediasi dan sebagai pembinaan terhadap tenaga pengajar yang ingin melakukan gugatan perceraian tetap ia lakukan pembinaan terhadap penggugat dan tergugat.

"Dengan cara lakukan pemanggilan terlebih dahulu, kemudian kita ambil langka mediasi, harapannya dengan mediasi yang dilakukan yang bersangkutan bisa rujuk, namun jika tetap bersih keras ingin berpisah maka akan kami sampaikan ke kepala daerah dan proses selanjutnya menjadi kewenangan Pengadilan Agama," ungkapnya.

(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Baca juga: Jembatan Duplikat Sarolangun-Tembesi Diharap Kurangi Kemacetan di Simpang Jambi-Sarolangun

Baca juga: Pembangunan Jembatan Duplikat Sarolangun-Tembesi Dimulai, Cek Endra Tekan Sirine Penanaman Pancang

Baca juga: Raperda, Komisi II DPRD Kota Jambi Bahas Penyertaan Modal ke Bank Jambi

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved