Breaking News:

Sejarah Indonesia

Sejarah Hari Ini, Ratusan Orang Meninggal Saat Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dalam tempo enam jam

CAPTURE FILM JANUR KUNIG
Film Janur Kuning yang diproduksi di masa orde baru, menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Film ini banyak dikritik setelah reformasi karena dianggap melebih-lebihkan peran Soeharto 

TRIBUNJAMBI.COM - Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dalam tempo enam jam.

Korban berasal dari tentara Indonesia dan tentara Belanda serta warga sipil.

Perang dalam kota ini sangat bersejarah, dan pada akhirnya membuka mata dunia tentang eksistensi tetara Indonesia.

Sejarah mencatat jumlah prajurit TNI dan polisi yang gugur 353 orang.

Sementara jumlah korban tewas dari pihak Belanda menurut data yang diterbitkan Majalah De Wapen Broeder sebanyak 200 orang.

Baca juga: Bukan Soeharto Atau Hamengkubuwono IX Sosok Pemrakarsa Serangan Umum 1 Maret 1949, Ini Versi Batara

Baca juga: Letnan Komaruddin, Pejuang Serangan Umum 1 Maret 1949, Disebut Bisa Menghilang saat Disergap Belanda

Setelah tentara Indonesia melancarkan Serangan Umum 1 Maret 1949, pihak Belanda semakin panik.

Andang Firmansyah, dalam skripsinya di UNY berjudul Peranan Sub-Wehrkreise 102 dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, menyebut kepanikan Belanda terlihat dari penambahan pasukan.

Belanda menambah jumlah tentara di daerah yang dianggap penting untuk mempertahankan kekuasaan di Yogyakarta.

Wilayah dengan jumlah penambahan tentara paling besar adalah Bantul yakni 3 kompi, Plered dan Bantar masing-masing 2 kompi, serta satu kompi di Barongan, Piyungan, dan Pedes.

Tapi penambahan pasukan itu tidak membuat Belanda meraih hasil yang memuaskan.

Halaman
123
Penulis: Suang Sitanggang
Editor: Suang Sitanggang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved