Breaking News:

Berita Tanjabtim

Buaya Besar Kembali Muncul, Warga Pinta di Bangun Turap di Pinggir Sungai Teluk Dawan

Warga Kelurahan Teluk Dawan kembali digegerkan dengan kemunculan buaya muara berukuran cukup besar, dengan kondisi tersebut warga merasa was-was.

pixabay.com
Ilustrasi. Buaya 

MUARA SABAK, TRIBUN - Warga Kelurahan Teluk Dawan kembali digegerkan dengan kemunculan buaya muara berukuran cukup besar, dengan kondisi tersebut warga merasa was was.

Meski sudah sering menampakkan diri, namun keberadaan buaya di sungai Teluk Dawan tersebut sudah cukup menghawatirkan.

Baca juga: Sekira 7 Km Jalan di Desa Koto Kandis Tanjabtim Masih Tanah, Pemdes Berharap Ada Peningkatan

Baca juga: Jalan Rigid Beton di Tak Sesuai DPA, Komisi III DPRD Tanjabbar akan Turun ke Lokasi

Dikatakan Yadi Putra, merupakan anak yang pernah menjadi korban serangan buaya pada 2008 silam masih menyisakan trauma mendalam. Yadi masih teringat jelas saat diseret oleh buaya berukuran besar, saat berada di tepian aliran sungai Teluk Dawan.

"Alhamdulillah berkat aksi heroik ibu saya yang terjun ke air untuk menyelamatkan saya dari terkaman buaya, sehingga nyawa sayapun dapat terselamatkan, " ujarnya

Baca juga: Buaya Kerap Muncul ke Permukiman Warga Teluk Dawan, Memaksa Yadi Mengenang Kejadian 8 Tahun Silam

Baca juga: Beberapa Wilayah di Provinsi Jambi Ini Berpotensi Timbul Hotspot, Masyarakat Diimbau Waspada

"waktu itu saya masih berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar, meski kejadiannya sudah berlangsung lama namun saya mengaku masih trauma akan kejadian tersebut, " ujar Yadi mengenang

Lanjutnya, sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi dirinya tengah mengambil air di tepian sungai untuk menyiram kembang. Hingga dengan brutal datang seekor buaya menyerang dan menyeretnya hingga 15 meter.

"Sampai sekarang kalo dekat pinggir sungai saya masih trauma, " ujarnya.

Kemunculan Buaya Kerap Mendekati Permukiman, Memaksa Yadi Mengenang Kejadian 8 Tahun Silam
Kemunculan Buaya Kerap Mendekati Permukiman, Memaksa Yadi Mengenang Kejadian 8 Tahun Silam (ist)

Sementara itu, Usman ketua RT 04 yang juga merupakan orang tua Yadi berharap kepada pemerintah daerah ataupun pihak-pihak terkait agar segera mencarikan solusi, untuk wilayah pemukiman penduduk sekitar yang berdampingan langsung dengan habitat buaya.

"Paling tidak warga menginginkan agar pemerintah bisa membangun turap, sebagai pembatas sehingga ketika terjadi banjir pemukiman masyarakat tidak terendam dan serangan buaya yang mengintai bisa lebih diantisipasi jika sudah ada pembatas," tandanya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved