Breaking News:

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Siapkan Bibit Sawit Bersertifikat untuk Petani

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal menyebut, siapa saja bisa membeli, dengan syarat ada KTP dan sertifikat tanah serta tidak untuk dijua

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi Agusrizal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melalui UPTD-nya tahun ini menyiapkan bibit sawit berkualitas untuk para petani di Provinsi Jambi. Bibit tersebut dijual seharga Rp20 ribu perbatang.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agusrizal menyebut, siapa saja bisa membeli, dengan syarat ada KTP dan sertifikat tanah serta tidak untuk dijual kembali.

"Nanti kami akan cek lokasinya, kalau masuk kawasan hutan tidak kita jual ke sana," kata Agus, belum lama ini.

Baca juga: VIDEO Neon Flex yang Bisa Berikan Nuansa Estetik dalam Dekorasi Ruangan

Baca juga: Jalan Rigid Beton di Tak Sesuai DPA, Komisi III DPRD Tanjabbar akan Turun ke Lokasi

Baca juga: Promo Giant Hari Ini 28 Februari 2021, Harga Spesial Daging Udang Pisang Detergen Susu Gula Minyak

Dikatakan Agus, diperkirakan bibit tersebut siap tanam pada Agustus mendatanga. ?Maksimal per KK hanya bisa membeli sebanyak 500 batang.

Selain itu, bibit yang dijual tersebut sudah bersertifikat. Harganya pun lebih murah, jika dibanding dengan bibit berseritifkat yang dijual di pasaran.

"Kalau yang dijual di luar itu harganya bisa mencapai Rp 40-60 ribu perbatang," terang Agus.

Dijelaskan Agus, para petani sebaiknya menanan sawit menggunakan bibit yang sudah bersertifikat dan terjamin kualitasnya supaya hasilnya lebih juga.

"Banyak petani khususnya di Tajung Jabung Timur itu mereka menanam sawit pakai bibit sembarangan. Hanya mengambil kacamba yang jatuh dibawah pohon. Bagaimana hasilnya mau bagus hasilnya," ujarnya.

Menurutnya, bibit sawit yang bagus adalah yang dikawinkan antara bibit jantan dengan betina. Lalu diserbukarikan dan dibungkus untuk menjadi kecamba.

"Bukan mengambil biji yang jatuh," tambahnya.

Tanaman sawit yang menggunakan bibit sembarangan tetap berbuah namun hasilnya tidak bagus atau menjadi durah. Minyak nya sedikit sementara cangkangnya besar.

"Itu tidak diinginkan perusahaan," pungkasnya.

Penulis: Zulkipli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved