Breaking News:

Berita Daerah

1,6 Ha Lahan Hangus Terbakar Akibat Empat Titik Api Selama Februari

Karhutla di Batanghari sepanjang Februari 2021 ini BPBD Batanghari mencatat seluas 1.6 hektare lahan yang sudah terbakar.

tribunjambi/musawira
Upaya Tim gabungan memadamkan api di Dusun Talang Lado RT 14 Desa Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian. 

MUARABULIAN, TRIBUN - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Batanghari sepanjang Februari 2021 ini BPBD Batanghari mencatat seluas 1.6 hektare lahan yang sudah terbakar.
Dari total itu, setidaknya ada empat kejadian karhutla. Angka itu pun terhimpun selama Februari 2021 saja. Kejadian karhutla tersebut mengancam sejak Selasa (23/2) dari pukul 11.00 WIB hingga malam hari titik api mulai terpantau.
Berdasarkan rekapitulasi laporan BPBD Kabupaten Batanghari selama Februari ini
kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Batanghari, Yahya Mulia mengatakan adanya titik api dan upaya pemadaman terdapat di Kecamatan Muara Bulian.

Baca juga: Warga Koto Kandis Tuntut Peningkatan Jalan untuk Angkut Hasil Pertanian

Pertama, kejadian pada pukul 11.00 WIB di Dusun Talang Lado RT 14 Desa Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian, lahan yang terbakar mencapai 0.5 hektare. Berikutnya, pukul 13.15 WIB kembali terjadi di RT 24 Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, lahan yang terbakar capai 0.5 hektare.
Selanjutnya, pukul 16.00 WIB di Talang Inuman Kelurahan Teratai Kecamatan Muara Bulian luas lahan yang terbakar mencapai 0.1 hektare. Dan di Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian pada pukul 19.30 WIB luas yang terbakar capai 0.5 hektare.
Lanjutnya, Yahya Mulia mengatakan dari peristiwa itu pemicunya adalah kelalaian manusia, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Baca juga: Vaksin Mandiri Hanya untuk Karyawan, Sudah 7 Ribu Perusahaan Daftar

Tim gabungan dari TNI/Polri, Anggota Manggala Agni Daops Sumatera X/Muara Bulian dan Tim BPBD Batanghari diempat titik itu, mereka berhasil memadamkan api.
“Setelah memadamkan api tim juga sampaikan sosialisasi kepada pemilik lahan,”ujarnya.
”Seluruh masyarakat saya imbau, mohon jangan ada lagi pembakaran yang sifatnya sekecil apapun, karena situasi dan kondisi saat ini sedang ekstrim,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Batanghari, Yahya Mulia, Minggu (28/2).
Ia mengatakan berdasarkan rilis dari BMKG, Maret-April diprediksi puncak musim hujan dan musim kemarau pada awal Mei-Agustus 2021.
Untuk itu BPBD Batanghari selalu koordinasi dengan pihak terkait, karena ada 33 desa/kelurahan di Kabupaten Batanghari berpotensi terjadi karhutla.

Baca juga: Polisi Anggap Tak Memenuhi Unsur, Kunjungan Presiden Tak Bisa Dikenakan UU Kekarantinaan Kesehatan

“Kita dalam waktu dekat ini memang akan menyusun giat untuk karhutla,”
"Saat ini kita hanya bisa lakukan langkah pencegahan, dan kita bergerak sesuai tupoksi masing-masing,” ujarnya.
Sementara, catatan peristiwa karhutla sepanjang 2020, dikatakan nihil.
Hal ini bisa jadi faktor curah hujan di Batanghari hampir rata-rata setiap hari, baik intensitas ringan, sedang dan intensitas lebat.
“Tahun ini kita tetap berupaya melakukan pencegahan jangan sampai melakukan penanggulangan. Jadi untuk giatnya masih kita rapatkan dengan stekholder terkait,” pungkasnya. (caw)

Penulis: A Musawira
Editor: Hendri Dunan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved