Breaking News:

Berita Kerinci

Tradisi 'Kunun' di Kerinci, Turun-temurun Diwariskan

Untuk itu dia berharap, pelestarian terhadap aksara lisan ini. Yakni menuliskan aksara lisan ini menjadi teks ataupun mendokumentasikannya

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - 
Kabupaten Kerinci memang terkenal memiliki berbagai tradisi adat dan buday. Kali ini Tribunjambi.com akan membahas tentang tradisi 'kunun' di Kerinci. 

Kunun artinya cerita atau kabar. Kegiatan bercerita tersebut disebut dengan ba-kunun. Sedangkan yang menceritakan disebut dengan istilah tukang kunun.

Kunun bisa disampaikan dengan cerita biasa atau cerita dengan irama. Beberapa kunun diiringi oleh alat-alat musik sederhana, seperti memukul bambu, memukul gelas/piring, memukul sendok atau bakunun dengan diiringi gendang ataupun gong.

Ada banyak sekali jenis kunun yang ada di Kerinci. Jenis kunun tersebut dibedakan berdasarkan isi cerita dan cara menyampaikannya. 

Menurut pemerhati budaya dan sejarah di Kerinci, Toni Suherman, Kunun adalah salah satu proses pewarisan pengalaman masa lalu secara lisan yang dikenal juga sebagai tradisi lisan.

"Kunun bisa disampaikan kapan saja. Bahasa yang disampaikan adalah sesuai bahasa penuturnya," ungkap Toni. 

Katanya, dari semua tradisi lisan yang ada di kerinci secara turun temurun diwariskan dan dituturkan. Yang menjadi menarik sebutnya, adalah mengambil nilai sejarah yang terkandung didalam cerita yang disampaikan melalui bakunun. 

Katanya, sampai saat ini masih menjadi perdebatan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam aksara lisan tersebut oleh sebagaian ahli sejarah tidak dianggap sebagai bukti otentik ilmiah untuk penulisan sejarah. Namun ada juga sebagian yang berpendapat lain, bahwa aksara lisan itu tidak sedikit mengandung sejarah masa lalu kerinci.

"Sebagai contoh kalau di Semurup ada kunun atau cerita Sutan Bagindo," jelas Toni. 

Diungkapkannya, para ahli sejarah yang melakukan penulisan sejarah Kerinci, sebagian besar menyandarkan bahwa sejarah akan mengandung nilai ilmiah apabila terdapat bukti-bukti tertulis, seperti tambo ataupun bukti-bukti tinggalan seperti benda cagar budaya. Dan sebagian besar belum menganggap Kunun dan bagiannya yang termasuk dalam aksara lisan sebagai bukti sejarah. 

"Pada hal menurut saya, Aksara lisan merupakan sejarah kerinci itu sendiri yang telah diturunkan dari nenek moyang dan dipercayai oleh kelompok masyarakat didalamnya," ungkap Toni. 

Pada masa dahulu ujarnya, sebelum masyarakat mengenal tulisan, bukan berarti mereka tidak punya kemampuan untuk merekam dan mewariskan pengalaman masa lalunya. Walaupun belum mengenal tulisan, akan tetapi proses pewarisan atas pengalaman masa lalu tersebut dilakukan secara lisan, proses pewarisan pengalaman masa lalu secara lisan tersebut dikenal sebagai tradisi lisan.

"Salah satu tradisi lisan itu seperti Kunun dan Parno adat," Sampainya. 

Untuk itu dia berharap, pelestarian terhadap aksara lisan ini. Yakni menuliskan aksara lisan ini menjadi teks ataupun mendokumentasikannya dalam bentuk rekaman digital sesuai era saat ini. Sehingga aksara lisan ini tidak punah, dan selanjutnya aksara lisan ini perlu menjadi kajian untuk mencocokkannya atau sebagai kompilasi bukti sejarah Kerinci. 

"Bagi saya, aksara lisan di kerinci adalah sejarah itu sendiri dan merupakan bagian dari tambo yang kebetulan tidak dituliskan menjadi tambo yang tertulis. Aksara lisan kerinci bisa jadi lebih tua dari tambo-tambo yang tertulis yang ada kita ketahui saat ini. Karena aksara lisan secara logika telah ada sebelum nenek moyang kita mengenal tulisan, akan tetapi aksara lisan ini walau tak tertulis, ia masih ada secara turun temurun dan diyakini oleh masyarakat," jelasnya.(*) 

Baca juga: Harga Royal Enfield Meteor 350 Dibawah Rp 100 Juta, Dirilis Bulan Depan di Indonesia

Baca juga: Ngotot Harta Warisan, Terungkap Pekerjaan Teddy Pardiyana, Hotman Paris: Mainannya Internasional Ya

Baca juga: Terjerat Ijazah Palsu, Kades Terpilih di Merangin Ajukan Permohonan Pengunduran Diri

Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved