Breaking News:

Berita Kerinci

Anggaran Hanya Rp 800 Juta, Mensediar Minta Masyarakat Ikut Mengawasi 

Anggota DPRD Kerinci, Mensediar dikonfirmasi, Rabu (24/02),  mengatakan pihaknya sudah berusaha semampu mereka dalam memperjuangkan apirasi masyarakat

Hendro sandi
Ilustrasi jalan rusak di Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah berusaha memperjuangkan dengan maksimal, perbaiki jalan Renah Pemetik, Kecamatan Siulak Mukai. Namun anggaran yang digolontorkan tergolong kecil, yakni Rp 800 juta. 

Anggota DPRD Kerinci, Mensediar dikonfirmasi, Rabu (24/02),  mengatakan pihaknya sudah berusaha semampu mereka dalam memperjuangkan apirasi masyarakat Empat Desa Renah Pemetik yakni Pemetik Kecil, Lubuk Tabung, Pasir Jaya dan Sungai Kuning yang selama ini tidak pernah diperhatikan. 

"Ya, kita sudah berjuang anggaran supaya Jalan Renah Pemetik bisa diperbaiki tapi karena kondisi Covid-19 ini membuat anggaran kita dipangkas. Tapi alhamdulillah tahun ini ada dialokasi Rp 800 Juta," jelasnya. 

Kendati anggaran yang dialokasi untuk Jalan Renah Pemetik tidak sesuai yang diharapkan masyarakat. Namun dirinya berharap pada tahun berikutnya bisa ditambah kembali anggaran perbaikan jalan Renah Pemetik. 

"Prioritas kan belum tentu tuntas. Meski anggaran minim, tapi kita juga harus bersyukur, karena sudah bertahun-tahun jalan tersebut terlantar, alhamdulillah tahun ini sudah mulai dilirik. Kita berharap anggaran ini adalah langkah awal untuk tahun berikutnya," ucapnya. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga minta kepada masyarakat untuk mengawasi pengerjaan Jalan Renah Pemetik yang tahun ini mulai dikerjakan. 

"Mari sama kita awasi, kita harapkan masyarakat juga pro aktif dalam mengawasi pengerjaan Jalan Renah Pemetik nantinya, agar kualitas baik," harapnya. 

Sebelumnya, pihak PU Kerinci menyebutkan bahwa jalan Renah Pemetik pada tahun ini akan diperbaiki. Perbaikan dilakukan dengan Swakelola dengan anggaran Rp 800 juta. 

Namun warga kecewa karena perbaikan jalan Renah Pemetik di anggaran hanya Rp 800 juta. Mengingat, jalan Renah Pemetik merupakan jalan utama warga untuk keluar desa dan jalan warga membawa hasil produksi perkebunan. 

Har salah seorang Peladang di Renah Pemetik, mengatakan bahwa jalan Jalan Renah Pemetik memang cukup terisolir di kabupaten Kerinci. Selain jauh bahkan jalannya pun kurang diperhatikan pemerintah. 

"Ya, kami di Renah Pemetik terisolir nian, coba lihat kondisi jalan yang puluhan tidak pernah diperbaiki," ungkapnya. 

Namun, tahun 2021 ini akan dibangun itu pun dana yang dianggarkan hanya Rp 800 juta.  Padahal warga sangat membutuhkan perbaikan jalan

"Kalau Rp 800 juta dianggarkan berapa nian panjang jalan yang bisa diperbaiki Pemerintah, Paling-paling hanya beberapa meter saja. Coba lihat jalan lain banyak sampai Milyaran," sesalnya.(*)

Baca juga: Daftar harga HP Samsung Bulan Februari 2021 Lengkap, dari Rp 900 Ribuan hingga Rp 20 Jutaan

Baca juga: Instruktur Safety Riding Honda Sinsen Edukasi Keselamatan Berkendara ke Pelajar SMAN 12 Kota Jambi

Baca juga: ALAMI Nasib Buruk, Nissa Sabyan Jadi Sorotan Usai Isu Skandal Selingkuh dengan Ayus Sabyan Viral

Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved