Breaking News:

Hak Politik Koruptor

BREAKING NEWS Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan Terancam Dicabut Hak Politik 5 Tahun

Terdakwa Parlagutan Nasution disebut menerima 575 Juta rupiah. Seperti hanya Cekman, terdakwa Parlagutan juga menerima 175 juta uang..

Tribunjambi/dedy nurdin
Sidang Tuntutan Cekman, Parlagutan dan Tadjudin Hasan di PN Tipikor Jambi. 

TRIBUNJANBI.COM, JAMBI - Tiga mantan anggota DPRD Provinsi Jambi terancam hilang hak politik selama lima tahun. Setelah Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut agar Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan dihukum bersalah karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam tindak pidana korupsi menerima suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018. 

Surat tuntutan JPU KPK dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi Selasa (23/2/2021). 

Dalam tuntutan, JPU KPK menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan leyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Sebagaimana dalam dakwaan alternatif ke satu. 

Yakni melanggar Pasal 12 huruf a junto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, junto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. 

" Mencabut hak terdakwa untuk dipilih kembali dalam jabatan politik selama lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani masa pidana pokok," kata Jaksa KPK membacakan surat tuntutan. 

Dalam tuntutan JPU KPK meminta agar Majelis Hakim PN Tipikor Jambi yang diketuai Morailam Purba agar menghukum ketiga terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama lima tahun. 

Serta denda senilai 200 juta rupiah subsider dua bulan kurungan. Sementara, untuk uang pengganti hanya dibebankan kepada dua terdakwa. Yakni Cekman dan Parlagutan Nasution masing-masing dengan uang pengganti senilai 50 juta rupiah. 

Apa bilan dalam waktu satu bulan setelah keputusan hakim memiliki ketetapan hukum maka harta benda terdakwa Cekman dan Parlagutan disita untuk dilelang. Dalam hal tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan penjara. 

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Cekman disebut menerima uang ketok palu untuk tahun 2016 dan 2018 senilai 675 juta. 175 juta merupakan uang tambahan sebagau anggota Komisi III yang didapat dari Zainal Abidin dan Effendi Hatta.

Terdakwa Parlagutan Nasution disebut menerima 575 Juta rupiah. Seperti hanya Cekman, terdakwa Parlagutan juga menerima 175 juta uang tambahan komisi III. Sementara terdakwa Tadjudin Hasan dalam tuntutan disebut menerima senilai 600 juta. 

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jambi memberi waktu untuk para terdakwa menyampaikan pembelaaan dalam persidangan selanjutnya. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Akhirnya Video yang Berkaitan dengan Dayana di Youtube Fiki Naki Dihapus, Ternyata Ini Alasannya

Baca juga: Ratusan Personel Polairud dan Bea Cukai Jambi Gelar Patroli, 4 Kapal Kitari Ancol Hingga Talang Duku

Baca juga: Siap-siap, Festival Budaya Mandi Safar Tahun Ini Kembali Digelar Terbuka, Dengan Nama Baru

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved