Breaking News:

Berita Kota Jambi

Target Investasi Provinsi Jambi Tahun 2021 Sebesar Rp 6 T, Fokus Industri Hilirisasi dan Pariwisata

Untuk realisasi investasi tahun 2020 sendiri diungkapkan Imron mengalami penurunan. Di mana target investasi sebesar

Zulkifli
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Jambi Imron Rosyadi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tahun 2021 ini pemerintah Provinsi Jambi menargetkan nilai ivestasi di Provinsi Jambi sebasar Rp 6 Triliun. Invesatasi tersebut Rp4,4 diharapkan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), kemudian Rp1,6 Triliun dari Penanam Modal Asing (PMDA).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengatakan, pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai melihat kondisi penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah. 

"Pertama dengan gencarnya pemerintah melakukan vaksin covid-19, itu adalah salah satu daya tarik investor," kata Imron saat ditemui Tribunjambi.com, Senin (22/2/2021).

Alasan lain, kata Imron, ada kejenuhan para investor menahan modal mereka. Sehingga mereka akan menanamkan modalnya. 

Kemudian, beberapa negara ivestor sudah menunjukkan kondisi yang membaik. "Kalau kita lihat geliat ekonomi di daerah juga walaupun pademi tetap berjalan. Masyarakat sudah bisa beradaptasi dengan Kondisi New Normal," ujarnya.

Selain itu kata Imron, dengan terbitnya UU Cipta Kerja membuatnya optimis target investasi bisa terealisasi. Sebab, UU Cipta Kerja tersebut sangat memberikan angin segar dan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengurus izinya.  

Investasi di Provinsi Jambi tahun 2021 ini sendiri akan difokuskan pada industri hilirisasi produk unggulan daerah dan industri pariwisata. 

Dengan adanya industri hilirisasi produk unggulan daerah ini diharapkan adanya nilai tambah produksi yang dapat dinikmati oleh daerah. Kemudian adanya penciptaan lapangan kerja yang luas, serta posisi jual atau power dari produk tersebut menjadi kuat.

"Kalau kita di primer be atau bahan baku saja posisi tawar kita lemah. Mau jual kayu, kata orang mau jual kayu, dak jual sudah, karena dak dijual pun busuk," bebernya.

Industri pariwisata juga menjadi target di Provinsi Jambi, karena tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, kemudian efek demino atau industri ikutanya juga cukup besar. Ini juga bisa menciptakan lapangan kerja dimasyarakat. 

Untuk saat ini, diungkapkan Imron, ada beberapa calon investor yang melakukan penjajakan untuk berinvestasi di Provinsi Jambi. 

"Ada investor yang tertarik mengelola limbah sawit menjadi energi. Kemudian ada juga ivestor yang berminat di bidang energi juga, dari energi etanol, dari Batu bara jadi listrik. Mereka sekarang mengkaji, kajian ekonomisnya," ungkapnya.

Untuk yang sedang berjalan saat ini adalah di Kabupaten Muaro Jambi yaitu pengembangan Kemingking Eco Park. "Di sana akan dikembangkan industri kecil hingga industri menengah. Sebab di sana RTRW nya tidak ada untuk undustri berat. Tapi diperubahan RTRW sudah diusulkan masuk industri berat," sebutnya.

Untuk realisasi investasi tahun 2020 sendiri diungkapkan Imron mengalami penurunan. Di mana target investasi sebesar Rp5,2 Triliun hanya tercapai Rp3,9 Triliun. 

Hal itu disebabkan, karena pandemi covid-19, kemudian para investor menahan modalnya untuk berinvestasi. 

Baca juga: Spoiler Manga One Piece Chapter 1005, Siapa Sosok yang Bakal Muncul? Ayah Zoro atau Vegapunk?

Baca juga: Dicari! 10 Makam Mantan Bupati, Tak Diketahui Keberadaannya, Metode Ini yang Digunakan

Baca juga: Investasi Asing Kurang Bergairah, Pakar Ekonomi Sebut Paket Kebijakan Penarik Investor

Penulis: Zulkipli
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved