Breaking News:

Berita Tanjabtim

Korupsi Perencanaan Pembangunan Fisik Desa Sungai Tering Ternyata Hanya Melibatkan Tiga Orang

Dalam persidangan terdapat lima orang saksi yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Kejari Tanjab Timur. Yakni saksi Tagor...

Dedy nurdin
Saksi dari tenaga ahli infrastruktur desa memberi kesaksian dalam sidang virtual korupsi Dana Desa dengan terdakwa Pamesangi. Mantan Kades Sungai Tering,Kecamatan Nipah Panjang. Sidang digelar di PN tipikor Jambi Senin (22/2)2021) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Indikasi kesalahan prosedur dalam penyusunan program pekerjaan pengunaan dana desa Sungai Tering terjadi sejak tahap perencanan. Banyak pihak yang tidak dilibatkan pada kegiatan perencanaan hingga penyusunan RAB. Hal ini seperti disampaikan Tagor, Tenaga Ahli Infrastruktur dari Dinas PMD Kabupaten Tanjab Timur saat menjadi saksi di persidangan, Senin (22/2/2021). 

Tagor dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Tanjab Timur bersama empat orang saksi lainnya. Ia diperiksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Morailam Purba, dibantu hakim anggota masing-masing Hakim Amir Azwan dan Hakim Adly. 

Menurut Tagor, dalam proses perencanaan dan penyusunan RAB hanya dikerjakan tiga orang. Yakni saksi selaku Tenaga Ahli Infrastruktur Desa, Muhammad Azis selaku Sekretaris Desa dan Yunus selaku PPK. 

"Waktu itu penyusunan perencanaan hanya bertiga. Kades termasuk BPD dan Camat tidak dilibatkan," kata saksi. 

Ia menerangkan untuk kegiatan pembangunan fisik ada sekitar 9 kegitan yang disusun menggunakan anggaran desa. Namun dalam pelaksanaannya terdakapat dua kegiatan yang menjadi temuan. 

Dengan nilai kerugian mencapai 287 juta rupiah. Dari dua kegiatan perkerasan jalan dan pembangunan lapangan sepak bola. Kegiatan tersebut menggunakan anggaran desa tahun 2018. 

Namun saksi membantah ikut menerima uang dari keiatan tersebut, "Diperencanaan sudah diaggarkan nilainya 2 persen. Sekitar 20 juta tapi saya tidak dapat apa-apa yang mulia," kata Tagor kepada majelis hakim. 

 Darmawarni, Ketua BPD Desa Sungai Tering, Kecamatan Nipah Panjang mengaku tak tahu mengenai penggunaan anggaran Dana Desa untuk pekerjaan fisik. 

Alasannya selama pembahasan ia tak pernah dulibatkan oleh terdakwa Pamesangi, Mantan Kepala Desa Sungai Tering. Meski beberapa kali ia meminta rincian perencanaan namun tak pernah digubris oleh terdakwa. 

"Saya mau ngawasi tidak tau kegiatannya apa, pembangunan apa dan berapa anggarannya karena tidak dilibatkan. Saya tidak bisa melakukan pengawasan karena salinan perencanaan tidak diserahkan kepada kami BPD," katanya. 

Dalam persidangan terdapat lima orang saksi yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Kejari Tanjab Timur. Yakni saksi Tagor selaku Tenaga Ahli Infrastruktur Desa dari Dinas PMD, Darmawarni selaku ketua BPD Desa Sungai Tering, Setiajo selaku pihak yang melakukan pengerjaan fisik, Hartati pemilik toko bangunan di Desa Sungai Tering dan saksi Hendri. 

Dalam perkara ini, terdakwa Pamesangi selaku mantan Kepala Desa Diduga melakukan perbuatan melawan hukum. Yakni korupsi penggunaan Dana Desa pada sejumlah kegiatan fisik tahun anggaran 2017 dan 2018. 

Pamesangi didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primer, pasal 2 ayat (1). Junto pasal 18 ayat (1) huruf a,b ayat (2) dan (3) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

Atau dakwaan subsider pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (1) huruf a,b ayat (2) dan (3) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (Dedy Nurdin)

Baca juga: Satu Kecamatan di Muarojambi Penghasil Tanaman Cabai Terbesar, Petaninya Dikenal Tekun

Baca juga: Siapa Penerima 500 Ribu Lebih Dosis Vaksin Tahap Kedua di Jambi? Target Semua ASN dan Pedagang

Baca juga: Episode Terbaru Ikatan Cinta 22 Feb 2021, Andin Tahu Sosok Pembunuh Roy, Al Ajak Istrinya Tes DNA

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved