Breaking News:

Berita Kota Jambi

Kemenag Kota Jambi Mencatat Ada Lima Ponpes yang Telah Jalankan Pembelajaran Tatap Muka

Tentu izin ini akan menyesuaikan area ponpes aman atau tidak dari penyebaran Covid-19. Jika izin sudah diterima...

Monang widyoko
Fauzi, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dari 20 pondok pesantren (ponpes) yang terdata oleh Kemenag Kota Jambi, baru ada lima ponpes yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Fauzi, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag Kota Jambi mengatakan pihaknya baru mengizinkan lima ponpes untuk adakan pembelajaran tatap muka. 

Namun beberapa ponpes ada yang mulai mengajukan rekomendasi.

"Saat ini ponpes yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka antara lain Nurul Iman, PKP Al Hidayah, As'ad, Tawakkal, dan Mambaul Ulum," terangnya, Senin (22/2/2021).

"Kemudian ada dua ponpes lagi yang sedang kami urus surat rekomendasinya," tambahnya.

Fauzi berujar, sebelum datang untuk meminta rekomendasi pengurus ponpes harus mengurus surat izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi.

"Untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari Kemenag Kota Jambi, para pengurus ponpes yang akan mengajukan pembelajaran tatap muka haruslah mendapat izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi terlebih dulu," paparnya.

Dirinya bilang, pihak satgas tersebutlah yang tahu tentang daerah Kota Jambi mana saja yang aman dari penyebaran Covid-19.

"Jika ponpes yang mengajukan lokasinya berada di area zona merah, maka tentu mereka tidak dapat menerapkan pembelajaran tatap muka," jelas Fauzi.

Dalam proses ini, Kemenag Kota Jambi menyebut akan bersinergi dengan pihak kecamatan untuk bersama meninjau ponpes.

"Kami akan bersinergi dengan petugas kecamatan ponpes berada, untuk meninjau lokasi ponpes apakah protokol kesehatan sudah memadai atau belum," katanya.

"Tentu izin ini akan menyesuaikan area ponpes aman atau tidak dari penyebaran Covid-19. Jika izin sudah diterima, dan lokasi ponpes berada di zona merah, maka izin akan dicabut kembali," tegasnya.

(Tribunjambi.com/Widyoko)
 

--

Baca juga: Penyebab Banyaknya Pecandu Narkoba di Provinsi Jambi, Ulasan Profesor Bahder

Baca juga: Listrik Padam di Wilayah Pasar Kramat Tinggi, Ini Penyebab dan Penjelasan PLN Rayon Muara Bulian

Baca juga: GERAM Ditanya Pernikahannya dengan Atta Halilintar, Aurel Kepikiran Kondisi Ashanty yang Memburuk?

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved