Breaking News:

Berita Bisnis

Investasi Asing Kurang Bergairah, Pakar Ekonomi Sebut Paket Kebijakan Penarik Investor

Selain itu, penanaman modal asing ternyata banyak membantu dalam penyerapan tenaga kerja. Banyak tenaga kerja...

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi investasi. 

TRIBUNJMBI.COM, JAMBI - Pandemi covid-19 yang melanda seluruh negara selama lebih satu tahun ini, tentunya sangat berdampak pada ekonomi dunia.

Pandemi covid-19 membuat Ekonomi dunia melemah dan kondisi investasi pun menjadi kurang bergairah.

Kondisi investasi saat ini kurang bergairah bukan hanya terjadi di Indonesia. Namun juga terjadi di hampir semua negara seperti, Malaysia, Singapura, Jepang, Taiwan, Korea dan Eropa pun juga mengalami hal yang sama.

Prof. Dr. H. Haryadi, SE., M.M.S., Pakar Ekonomi dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA dan saat ini juga menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana UNJA, mengatakan Kondisi ekonomi sedang kurang bergairah, Sektor rill turun, dan daya beli masyarakat turun. Maka, Investor asing tidak tertarik untuk menanamkan modal.

“Secara teoritis kondisi saat ini membuat penanaman modal akan turun. Dan faktanya memang penanaman modal asing turun,” ujarnya, Senin (22/02/2021).

“Karena memang kondisi ekonomi yang melemah, kurang menarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Prof. Dr. H. Haryadi, SE., M.M.S., Dalam kondisi seperti ini pemerintah Indonesia harus lebih berhati-hati dan cekatan dalam membuat kebijakan, sehingga menarik perhatian investor-investor asing.

Ia pun menyebutkan paket-paket kebijakan yang bisa diluncurkan pemerintah untuk menarik perhatian investor asing.

Pertama, relaksasi perpajakan. Pajaknya jangan dinaikkan dulu, jangan terlalu memaksakan penerimaan dari pajak tinggi. Kalau pajak tinggi, maka investor akan kesulitan untuk menanamkan modalnya, karena peluang keuntungan mereka kecil, jadi ineveatir kurang bergairah.

Kedua, Pemerintah harus lebih menyederhanakan lagi aturan-aturan mengenai investasi. Aturan investasi Indonesia prosesnya masih memakan waktu yang lama dengan Malaysia dan Singapura.

Halaman
12
Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved