Breaking News:

Berita Kota Jambi

Cerita Peter dan Pengelolaan Konservasi Orang Utan di Bentang Alam Bukit Tigapuluh

Saat ini mereka masih melatih kedua orang utan yang ditangkap itu, agar mulai bisa belajar mendapatkan makanan

net/kompas.com
Orangutan Sumatera 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bagi Peter, upaya konservasi orang utan masih menjadi perhatian.

Desember lalu, dua ekor orang utan dipulangkan dari Thailand dan saat ini masih ditangani tim FZS sebelum dilepasliarkan ke hutan bentang alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Country Representative FZS in Indonesia, Peter F Pratje, menjelaskan upaya mereka dalam melakukan konservasi orang utan sudah lama dilakukan, khususnya di Sumatra selama sekitar dua puluh terakhir.

Dia mengenang, pelepasliaran itu pertama kali mereka lakukan di Sumatra pada Januari 2002, sekitar dua dekade lalu.

Mereka melepas liar orang utan ke bentang alam Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

"Dari catatan kami, 175 ekor yang sudah kembali ke hutan," kata Peter, beberapa waktu lalu.

Saat ini, populasi orang utan sebagian besar hanya hidup di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Padahal sebelumnya, kalau melihat historis, orang utan ada di seluruh Sumatra, tetapi sudah lama.

Menurut Peter, hutan Sumatra masih menjadi habitat yang layak buat orang utan.

Karena itulah, Peter bersama FZS  melepas semua orang utan di kawasan Bukit Tigapuluh.

Halaman
1234
Penulis: Mareza Sutan AJ
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved