Apa Itu Vaksin Nusantara? Bagaimana Cara Kerja Vaksin yang Diprakarsai Dokter Terawan dkk Itu?

Vaksin Nusantara dipelopori oleh Dokter Terawan bersama tim peneliti di laboratorium RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah dan Univbersitas Diponegoro

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Pelayanan laboratorium di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (17/2/2021) 

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa waktu terakhir, Vaksin Nusantara jadi perbincangan.

Vaksin Nusantara dipelopori oleh Dokter Terawan bersama tim peneliti di laboratorium RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah dan Univbersitas Diponegoro ( Undip).

Saat Ini Vaksin Nusantara sudah masuk tahap uji klinis tahap 2.

"Kami bersama-sama dengan teman-teman dari Aivita Biomedical Corporation dari Amerika Serikat dan juga dengan Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Kariadi Semarang ini bahu-membahu mewujudkan vaksin berbasis dendritic cell," kata Terawan saat diwawancarai KOMPAS TV.

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin (tribunjambi/rara)

Apa Itu Vaksin Nusantara?

Vaksin Nusantara adalah vaksin Covid-19 yang dikembangkan Indonesia.

Saat ini masih dalam tahap uni klinis, jadi perjalanan Vaksin Nusantara maish cukup panjang untuk dipakai.

"Menurut kami masih perjalanan cukup panjang digunakan dalam program. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan terus mendukung inovasi dalam bangsa," kata Juru bicara (jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Adik Kalina Oktarani Buka-bukaan Soal Ayahnya Tak Mau Jadi Wali Nikah Anaknya dengan Vicky Prasetyo

Baca juga: Ashanty Mendadak Curhat Jika Aurel dan Atta Halilintar Memang Benar Menikah: Beda Orangtua Beda Rasa

Hal ini, ia ungkapkan dalam acara Webinar Series Tim Advokasi Vaksinasi PB IDI bersama KPC PEN, Minggu (21/2/2021).

Dikutip dari Kompas TV Selasa (16/2), Terawan yang tergabung dalam penelitian Vaksin Nusantara mengatakan jika vaksin ini merupakan solusi yang ditawarkan bagi pasien komorbid (penyakit penyerta).

"Jadi pada waktu saya dapat amanah untuk mencari vaksin yang bisa untuk komorbid, komorbid kan berbagai macam termasuk auto immune dan sebagainya. Tentunya konsep generalized harus diubah menjadi konsep personality individual vaccination," ujar Terawan

Benarkah Vaksin Nusantara Tepat diberikan untuk Komorbid dan penderita autoimun?

tim peneliti memaparkan Vaksin Nusantara aman untuk semua golongan, termasuk bagi warga yang memiliki komorbid dan anak-anak.

"Lebih dari 30 orang yang diuji klinis tahap satu itu hasilnya aman dan tidak menimbulkan efek dan gejala apa pun yang membahayakan," ucap Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena yang menyatakan siap menjadi relawan uji klinis fase 2 Vaksin Nusantara.

"Dan hasil penelitan dari antibodinya atau imunogenitas atau kemampuan untuk menghasilkan daya tahan tubuh terhadap Covid itu juga tinggi," ujar Melki.

Baca juga: Klasemen Sementara Liga Italia Setelah Laga Inter Milan vs AC Milan, Lukaku Top Skor Serie A

Baca juga: Anies Baswedan Lega, Pagi Ini Seluruh Genangan Air Surut, Alhamdulillah Tak Ada Lagi yang Mengungsi

Cara Kerja Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara dibuat dengan mengeluarkan sel dendritik dari dalam tubuh, kemudian memasukkannya lagi.

Cara mengeluarkan sel dendritik, ahli akan mengambil darah orang yang akan divaksin.

Setelah diambil darahnya, relawan diperbolehkan pulang agar ahli dapat menumbuhkan sel dendritik di laboratorium.

Di dalam darah ada berbagai macam sel, dari sel darah merah, sel darah putih, termasuk sel prekursor dendritik.

"(Sel prekursor dendritik) belum menjadi sel dendritik, tapi masih (berbentuk) sel prekursor," jelas ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo

Nah, setelah darah diambil dari relawan atau orang yang akan divaksin, ahli kemudian akan menumbuhkan sel prekursor dendritik secara spesifik.

"Jadi sel darah merah dipisahin, sel darah putih juga diilangin. Mereka (ahli) hanya berusaha menumbuhkan sel prekursor dendritik," papar dia.

Sel prekursor dendritik ini ditumbuhkan di cawan laboratorium.

Pada sel prekursor tersebut, akan diberikan senyawa khusus agar bisa tumbuh menjadi sel dendritik.

"Pada masa inkubasi itu kan perlu waktu, sekitar 2-3 hari. Pada masa itu juga diberikan antigen (ke sel dendritik). Jadi antigennya tidak disuntikkan ke orang, tapi diberikan langsung ke sel dendritik (di laboratorium)," kata Ahmad.

Setelah sel dendritik beranjak dewasa dan sudah terpapar antigen, sel tersebut disuntikkan kembali ke relawan yang sama.

Darah yang diambil dari relawan A, sel dendritiknya akan dikembalikan lagi ke A.

Adapun sel dendritik adalah sel imun yang bertugas sebagai guru bagi sel B untuk memproduksi antibodi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Vaksin Nusantara? Ini Pengertian hingga Cara Kerja Vaksin Nusantara, 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved