Breaking News:

Berita Tanjabbar

Ada 8 Pemodal Asing Beroperasi di Tanjabbar

"Investor dari Jepang pernah (survei), Pakistan pernah juga mau invest, cuma sampai saat ini belum ada kabarnya...

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-2017 hingga 2020 terdapat 33 Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 8 Penanam Modal Asing (PMA) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP), Yan Ery. 

Ia merincikan bahwa pada tahun 2017 di Kabupaten Tanjabbar terdapat 14 PMDN dan lima PMA. Kemudian pada 2018 terdapat 20 PMDN dan delapan PMA, sedangkan 2019 untuk PMDN mengalami peningkatan menjadi 30 dan PMA masih delapan, kemudian pada 2020 triwulan ketiga, PMDN sebanyak 33 dan PMA delapan. 

"PMA modal asing ada delapan. Ini yang tercatat artinya yang ada dokumen LKPN, ada kriteria atau batasan yang dikatakan PMDN dan PMA. Paling ada itu penambahan di PMDN," ungkapnya

Tanjabbar ini dari segi invetasi pada tahun 2019 kita mendapatkan predikat kedua se Provinsi Jambi. Tapi karena pandemi saat ini kita turun berada di posisi ketiga. Disisi lain, kata Yan Ery, kondisi pandemi saat ini tidak ada penambahan untuk PMA. 

"Dulunya kita terbaik kedua, tapi karena corona ini jadi turun, kalo sampai dengan hari ini investor PMA yang ada itu yang udah lama berjalan di tanjabbar, yang secara langsung 2 tahun ini belum ada," tambahnya

Lebih lanjut disampaikan Yan Eri bahwa PMA lebih banyak berinvestasi pada Industri minyak kelapa sawit, kemudian pada bidang Perdagangan dan jasa. Adapun PMA yang paling banyak berinvestasi di Kabupaten Tanjabbar dari negara Malaysia dan Singapura. 

"Malaysia dan Singapura yang besar investasinya. Kalo PMDN itu pada bidang perkebunan juga. Untuk lokasi kebanyakan di bagian Ulu,"tuturnya

Adapun investasi yang banyak di Kabupaten Tanjabbar, pada bidang industri minyak, perkebunan. Lebih lanjut, Yan Ery menyebutkan bahwa beberapa kali Investor asing datang ke Tanjabbar untuk mensurvei potensi kelapa dalam. Namun memang, belum ada respon balik ketika investor tersebut selesai melakukan survei. Yan juga menyebutkan tidak mengetahui alasan investor tersebut belum mau berinvestasi pada bidang kelapa dalam. 

"Investor dari Jepang pernah (survei), Pakistan pernah juga mau invest, cuma sampai saat ini belum ada kabarnya. Ya kita tidak tahu juga analisa usaha mereka seperti apa, karena kan tentu ada pertimbangan tersendiri di mereka, dan kita menunggu itu,"pungkasnya

Baca juga: Honda Super Cub C125 Mengaspal di Jambi, Harga Tembus Rp 70 Jutaan, Ini Pemilik Pertamanya

Baca juga: Ratusan Masyarakat Lansia di Desa Tunas Baru Dapatkan Bantuan Sembako dari Anggota Dewan Ini

Baca juga: Pernikahan Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarany Diundur 13 Maret 2021, Vicky Bakal Temui Calon Mertua

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved