Breaking News:

Berita Jambi

Belajar Tatap Muka SMA/SMK di Provinsi Jambi Berjalan Lancar, Disdik Belum Terima Laporan Negatif

Sejak dimulainya belajar tatap muka (PTM) untuk siswa SMA/SMK dan SLB pada 16 Februari 2021, pihak Dinas Pendidikan belum menerima laporan negatif

Tribunjambi/Samsul Bahri
SMAN 1 Tanjabbar Gelar Belajar Tatap Muka. Belajar Tatap Muka SMA/SMK di Provinsi Jambi Berjalan Lancar, Disdik Belum Terima Laporan Negatif 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak dimulainya belajar tatap muka (PTM) untuk siswa SMA/SMK dan SLB pada 16 Februari 2021, hingga kini pihak Dinas Pendidikan belum menerima laporan negatif. 

Meski demikian, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Bukri menyebut pihaknya setiap hari tetap memantau perkembangan di lapangan, yang dikhawatirkan berkendornya penerapan protokol kesehatan di sekolah.

"Alhamdulillah sudah beberapa hari masih berjalan lancar dan tidak ada laporan negatifnya. Tapi ini tetap kita pantau setiap hari, karena yang kita khawatirkan kendornya perhatian sekolah terhadap pelaksanaan Prokes covid-19," kata Bukri, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: TPK Hotel Bintang Jambi Pada Desember 2020 Turun, TPK Tertinggi Pada Hotel Bintang 5

Baca juga: Cek Endra Akui Kesulitan Mencari Orang Yang Tepat Untuk Kadis PU Sarolangun

Baca juga: Taiwan Dalam Bahaya, Joe Biden Dapat Peringatan Keras dari China: Kemerdekaan Taiwan Adalah Perang!

Dari 431 sekolah SMA/SMK dan SLB di Provinsi Jambi, sekolah yang sudah dinyatakan lulus verifikasi untuk melaksanakan belajar tatap muka sebanyak 341. Artinya masih ada sekitar 90 sekolah yang belum melaksanakan PTM.

"Yang 90 sekolah ini kita beri kesempatan mereka untuk mempersiapkan seluruh persyaratan PTM. Setelah mereka dinyatakan siap dan diupload di laman Dikbud kita ferivikasi lagi. Setelah diverifikasi dan dinyatakan layak, maka akan dilakukan revisi atau pengajuan ulang SK Gubernur," jelas Bukri.

SMA 1 Batanghari Berlakukan Belajar Tatap Muka
SMA 1 Batanghari Berlakukan Belajar Tatap Muka ((Tribunjambi/A Musawira))

Lanjutnya, jika ada indikasi siswa atau pihak sekolah terpapar covid-19, maka sekolah wajib menghentikan PTM sampai ada rekomendasi lagi untuk melaksanakan PTM. "Ini sepenuhnya kewenangan sekolah," ujarnya.

Aktivitas pembelajaran tatap muka pun dikatakan Bukri hanya diikuti sebanyak 50 persen dengan sistem sift. Sedangkan 50 peresen lagi tetap melakukan belajar daring.

"Pembagian siftnya menjadi kewenangan sekolah. Apakah sift nya harian atau mingguan, ini sangat tergantung pada kondisi sekolah," pungkasnya.

Diakui, Plt Kadisdik pada hari pertama PTM jumlah siswa yang masuk sekolah tidak mencapai 50 persen apalagi di sekolah-sekolah besar. "Tapi Alhamdulillah di hari ke dua sudah lumayan," tutupnya.

Penulis: Zulkipli
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved