Breaking News:

Berita Tanjab Timur

April dan Mei, BPBD Tanjab Timur Kondisi Siaga Pencegahan Karhutla

penanggulangan Karhutla 2021 untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), BPBD sebut hingga akhir Februari 2021 masih masuk kondisi normal

tribunjambi/abdullah usman
April dan Mei, BPBD Tanjab Timur Kondisi Siaga Pencegahan Karhutla 

April dan Mei, BPBD Tanjab Timur Kondisi Siaga Pencegahan Karhutla

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pelaksanaan penanggulangan Karhutla 2021 untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), BPBD sebut hingga akhir Februari 2021 masih masuk kondisi normal.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanjab Timur Indra Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan kegiatan pemantauan potensi munculnya hotspot serta mengintensifkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan melakukan kegiatan patroli kroscek pada lokasi ditemukan titik hotspot. 

Selain itu pihaknya juga melakukan pemetaan kekuatan sumber daya peralatan dan personil. "Kami akan turun ke para pelaku usaha perkebunan, yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu, untuk mengecek kesiapan kanal, embung, dan regu Damkar usaha perkebunan. Itu pada waktu kondisi normal," ujarnya.

Baca juga: Susu Bisa Membantu Pertumbuhan Tanaman, Pilihlah Susu yang Rendah Lemak

Baca juga: Masa Lalu Raffi Ahmad Nyari Tewas Gegara Ini, Perut Sobek Jadi Bukti Suami Nagita Slavina

Baca juga: Heboh Peserta Uji Nyali Dirudapaksa Kuntilanak di Gubuk Angker, Kelimpungan Sampai Suaranya Begini

Menurutnya, pada April dan Mei, pihaknya akan memasuki kondisi siaga. Langkah-langkah yang akan lakukan yaitu, melakukan koordinasi antara Kodim, Polres serta Manggala Agni untuk pembagian klaster perusahaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Selain itu, kita juga akan melakukan rapat koordinasi pencegahan Karhutla, melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang sangat potensi terjadi Karhutla berdasarkan data empirik tahun 2020," katanya.

Kondisi kawasan lahan bekas terbakar di Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Kondisi kawasan lahan bekas terbakar di Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Istimewa)

Indra menjelaskan, pihaknya juga telah mengintensifkan kegiatan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang bersifat lintas sektoral.

"Kegiatan itu meliputi sosialisasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada bulan maret dan april di Tujuh kecamatan yang sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.

"Tujuh kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Sadu, Nipah Panjang, Berbak, Rantau Rasau, Dendang, Mendahara dan Kecamatan Mendahara Ulu," sambungnya.

Baca juga: Trailer Ikatan Cinta 21 Februari 2021: Tanpa Malu Al Tunjukkan Cintanya ke Andin, Nino Ceraikan Elsa

Baca juga: Penyebab Daun Sirih Gading Menguning, Bisa Karena Terlalu Banyak Cahaya

Baca juga: Pemain Berdarah Indonesia Ini Unjuk Gigi di Eropa, Mimpinya Bela Timnas Kini Belum Kesampaian

Bukan hanya itu, langkah lain yang dilakukan yaitu patroli dan pemantauan serta pengendalian ketersediaan air pada setiap kanal, parit dan embung yang akan kami laksanakan bersama unsur TNI, Polri, serta relawan-relawan desa dan MPA yang ada di  masing-masing desa.

"Setiap perusahaan wajib menyediakan sumber air untuk kesiapan kita menghadapi karhutla 2021," ujarnya lagi.

Karena berdasarkan data dari 2015 sampai 2019, setelah dilakukan kroscek, memang hanya di tujuh kecamatan itulah yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Diam-diam Desy Ratnasari Punya Harta Segini, Wajar Jadi Jagoan PAN untuk Jadi Kepala Daerah Ini

"Sebab, di tujuh kecamatan itu memang mempunyai lahan gambut, lahan perkebunan dan lahan hutan-hutan, baik itu hutan taman nasional atau hutan HGU," sebut Indra.

"Untuk wilayah gambut terluas di Tanjabtim berada di Kecamatan Dendang dan Kecamatan Sadu," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved