Breaking News:

OJK Jambi Angkat Bicara Ungkap Modus hingga Cara Aman Terhindar dari Investasi Bodong Serupa SR

Dalam program Mojok Tribun Jambi, yang berlangsung pada Kamis pagi, Kepala OJK Jambi, Endang Nuryadin mengatakan, untuk terhindar dari manisnya janji

TRIBUNJAMBI/SAMSUL
Sejumlah informasi yang ada dalam aplikasi SR atau share result 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, angkat bicara, terkait banyaknya masyarakat Jambi yang menjadi korban investasi bodong Share Results (SR).

Dalam program Mojok Tribun Jambi, yang berlangsung pada Kamis pagi, Kepala OJK Jambi, Endang Nuryadin mengatakan, untuk terhindar dari manisnya janji investasi bodong, masyarakat wajib mengetahui legalitas suatu usaha, ataupun sati aplikasi investasi.

Katanya, sebuah usaha dan aplikasi yang legal, wajib terdaftar secara resmi di OJK.

Baca juga: Ada Niat Baik Kembalikan Uang, Bupati Tebo Beri Toleransi ke Kades Kuamang

Baca juga: Tumpukan Sampah Berserakan di Kawasan RSUD Ahmad Ripin, Petugas Takut Bersihkan Khawatir Covid-19

Baca juga: Bikin Fans Marah, Dayana Curhat Setelah Follower Terjun Bebas, Sampai Bilang Begini Soal Fiki Naki

Ia menjelaskan, OJK menjadi satu-satunya lembaga, yang berperan untuk menentukan legalitas sebuah usaha, sehingga, setiap perusahaan dan aplikasi yang terdaftar di OJK, dapat dipastikan tempat yang aman untuk menjalankan investasi.

"Kita satu-satunya lembaga yang menentukan legalitas suatu usaha, sehingga saya imbau masyarakat, untuk melakukan investasi dengan perusahaan yang sudah terdaftar di OJK," kata Endang, Kamis (18/2/20219 pagi.

"Ya investasi di perusahan yang terdaftar OJK saja, sudah pasti aman," tambahnya.

Endang menjelaskan, pihak OJK tidak bertanggungjawab pada kerugian yang dialami korban dari aplikasi SR tersebut.

Katanya, OJK hanya berperan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat untuk memilih perusahaan dan cara menjalankan prosedur investasi yang benar.

Untuk pengawasan terhadap investasi sendiri, katanya, sudah ada Satgas Waspada Investasi, dimana anggotanya terdiri dari 13 lembaga, mulai dari Kejaksaan, OJK dan lainnya.

Satgas ini, berperan untuk mengawasi, melakukan upaya preventif untuk mencari para pelaku investasi bodong ini.

Halaman
12
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved