Breaking News:

Berita Kota Jambi

Sidang Kasus Korupsi, Terungkap Turap yang Dibangun Dengan Dana Desa Tak Sesuai Spesifikasi 

Pembangunan menggunakan anggaran Dana Desa Kembang Tanjung senilai Rp700 juta lebih. Kata saksi, pencairan dilakukan sebanyak 12 kali.

TRIBUNJAMBI/SUCI RAHAYU
Ilustrasi turap jebol. Jebolnya turap penahan di daerah Pasar Tembesi. Jebolnya turap tersebut mengancam pemukiman warga 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Empat orang saksi dihadirkan dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa Kembang Tanjung, Kabupaten Batanghari. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Rabu (17/2/2021). 

Dalam persidangan tersebut salah satu saksi, Nurlisa bendahara Desa menerangkan joka turap yang dibangun dengan menggunakan dana desa tidak dapat dimanfaatkan. 

Alasannya karena kondisi Turap yang dibangun di bantaran Sungai Batanghari itu dalam kondisi retak. Tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan.

Nurlisa mengatakan pengerjaan turap dilakukan pada dua kepemimpinan berbeda. Pembangunan pertama dilakukan pada masa kepala desa (Kades) definitif. Kemudian dilanjutkan pada kepemimpinan  terdakwa Thamrin sebagai pejabat sementara kepala desa.

Dalam pengerjaan pembangunan turap dari dua masa kepemimpinan desa yang berbeda itu dibangun sepanjang 100 meter. 

Pembangunan menggunakan anggaran Dana Desa Kembang Tanjung senilai Rp700 juta lebih. Kata saksi, pencairan dilakukan sebanyak 12 kali. Di masa Kades sebelumnya dilakukan 2 kali pencairan, dan masa terdakwa Thamrin dilakukan 10 kali pencairan. 

"Pencairan total 611 juta sama PJ kades tandatangannya. Tapi kata kades dana serahkan ke Terdakwa Husen," kata saksi.

Dalam persidangan tiga saksi lainnya adalah Ayu Afriani, pendamping desa Kecamatan Mersam. Iskandar, Ketua BPD Desa Kembang Tanjung. Kaspul, Kasi Kesra Desa Kembang Tanjung dan Muhammad Taki, pemilik toko bangunan. 

Pembangunan turap pemahan tanah di tepi Sungai Batanghari itu  menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2019. diduga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 518 juta lebih. Pembangunan turap diduga tidak sesuai spesifikasi. 

Kasus ini kemudian menyeret terdakwa Thamrin selaku Pj Kades dan Husen selaku sekretaris desa. (Dedy Nurdin).

Baca juga: Prokes Makin Hari Makin Minim di Sarolangun, Polres Gunakan Water Cannon Semprot Desinfektan

Baca juga: Ashanty Ingin Liburan Bareng dengan Keluarga Krisdayanti dan Mempererat Silaturahmi

Baca juga: Walikota Jambi Terima Bantuan Satu Unit Ambulance dari PT Angkasa Pura II

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved