Breaking News:

Tingkat Ketimpang Pengeluaran Penduduk Provinsi Jambi Menurun, September 2020 Tercatat 0,316

Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin mengatakan, Pada September 2015 Gini Ratio kembali turun menjadi 0,344, dan sejak maret 2017 sampai September 2018

Istimewa
BPS Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - BPS Provinsi Jambi menyampaikan, pada September 2020, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jambi yang diukur dengan Gini Ratio tercatat sebesar 0,316. Angka ini menurun 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2020 sebesar 0,320.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin mengatakan, Pada September 2015 Gini Ratio kembali turun menjadi 0,344, dan sejak maret 2017 sampai September 2018 cenderung stagnan di 0,334 - 0,335.

“Selanjutnya mulai September 2019 mengalami penurunan hingga September 2020,” ujarnya, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Wajah Felicia Tissue Kecil Disorot, Disebut Jadi Faktor Kaesang Kepincut, Mirip dengan Cucu Jokowi

Baca juga: VIDEO Setelah Video COD di Muara Tembesi Viral, Amzi Bilang Jangan Terlalu Menghujat

Baca juga: Spot Mancing di Sungai Kampung Tengah Tercemar, Ribuan Ikan Mati Mengambang, Ini Dugaan Penyebabnya

Sementara itu, berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,346. Angka ini menurun sebesar 0,005 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,351.

Sedangkan, untuk daerah perdesaan Gini Ratio September 2020 tercatat sebesar 0,289. Angka ini naik sebesar 0,002 poin dibandingkan dengan Maret 2020 yang sebesar 0,287.

Selain itu, wahyudin juga mengatakan pada September 2020, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 21,38 persen yang berarti Jambi berada pada kategori ketimpangan rendah.

Persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah pada bulan September 2020 ini meningkat jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 yang sebesar 20,90 persen dan meningkat jika dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 20,57 persen.

Sejalan dengan informasi yang diperoleh dari Gini Ratio, ukuran ketimpangan Bank Dunia pun mencatat hal yang sama yaitu meskipun sama-sama tergolong ketimpangan rendah namun ketimpangan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan ketimpangan di perdesaan.

“Hal ini bisa dilihat dari Persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan,” katanya.

“Pada September 2020, di daerah perkotaan tercatat sebesar 19,36 persen, sedangkan di daerah perdesaan sebesar 22,64 persen,” tambahnya.

Pada September 2020, provinsi yang mempunyai nilai Gini Ratio tertinggi tercatat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 0,437 sementara yang terendah tercatat di Provinsi Bangka Belitung dengan Gini Ratio sebesar 0,257.

Dibanding dengan Gini Ratio nasional yang sebesar 0,385, terdapat tujuh provinsi dengan angka Gini Ratio lebih tinggi, yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (0,437), Gorontalo (0,406), DKI Jakarta (0,400), Jawa Barat (0,398), Papua (0,395), Sulawesi Tenggara (0,388), dan Nusa Tenggara Barat (0,386).

Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved