Breaking News:

Berita Bisnis

Investasi Bodong Share Result Bukan Kewenangan OJK, Sebelum Investasi Pahami 2 L

Share Result merupakan aplikasi penghasil uang dengan cara perputaran uang. Atau biasa disebut skema ponzi

Capture
Aplikasi Share Result (SR) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini di Jambi tengah dihebohkan dengan penipuan investasi bodong menggunakan aplikasi, aplikasi tersebut bernama Share Result.

Share Result merupakan aplikasi penghasil uang dengan cara perputaran uang. Atau biasa disebut skema ponzi.

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

Novian Suhardi, Humas OJK Provinsi Jambi mengatakan, untuk masalah Share Result ini OJK tidak memiliki kewenangan karena Share Result ini tidak terdaftar di OJK. Share Result ini berdiri sendiri yang tidak memiliki izin atau persetujuan dari OJK atau lembaga terkait.

“Sebaiknya jika ingin investasi pilih la badan usaha yang terdaftar atau dibawah pengawasan OJK,” ujarnya kepada Tribun Jambi, Senin (15/02/2021).

Lanjutnya, kasus seperti Share Result ini sudah pernah terjadi, yaitu seperti aplikasi tiktok cash dan vtube yang telah di banned atau diblokir.

Selama ini terkait kasus seperti ini, yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah ownernya atau pemiliknya dalam hal ini owner Share Result. Jika korban telah melaporkan ke Kepolisian lalu ditindak lanjuti dan terbukti bersalah, maka seluruh aset akan disita kemudian dijual untuk mengembalikan uang korban.

“Untuk kasus investasi bodong seperti ini, pengalaman yang sudah-sudah untuk uang kembali itu kemungkinannya kecil,” ungkapnya.

Lanjutnya, sebaiknya masyarakat sebelum mencoba berinvestasi harus pahami dua L. Yaitu pertama, Legal atau perusahaan itu harus punya izin dari otoritasnya. Dan kedua Logis, yaitu penawaran keuntungan yang ditawarkan sesuai dengan keuntungan yang wajar.

“Share Result ini tidak punya izin dari OJK atau pihak terkait lainnya, jadi pasi Ilegal. Dan mendapat keuntungannya pun tidak logis, hanya me-like atau me-subscribe plathform bisa dapat uang, itukan jelas tidak logis,”jelasnya.

Selain itu, hal yang tidak logis lagi pada investasi bodong itu memiliki ciri yang mengatakan kalau investasinya tidak beresiko, Tidak ada investasi yang tidak beresiko. Dan juga menawarkan keuntungan yang besar, terlebih dalam jangka waktu dekat atau pendek.

Untuk itu, masyarakat bisa menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 bila ingin memanfaatkan layanan fintech lending atau mengikuti ingin berinvestasi, atau juga jika ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Masyarakat juga bisa langsung ke kantor OJK untuk konsultasi mengenai investasi atau memilih badan usaha,” pesannya. (Tribunjambi/Vira Ramadhani)

Baca juga: HERANNYA BCL dengan Pertanyaan Maia Estianty soal Menikah Lagi, Daniel Mananta Bereaksi Pedas

Baca juga: Ashanty Kepikiran Penyakit Bawaannya Usai Terkena Covid-19 hingga Tidak Tega Lihat Kondisi Arsy

Baca juga: Bobby Nasution Menantu Presiden Segera Dilantik Jadi Wali Kota Medan, Gugatan Akhyar-Salman Gugur

Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved