Breaking News:

Sejarah Hari Valentine, di Korea Selatan Disebut White Day

Biasanya hari ini tak hanya menukarkan kado saja, orang-orang juga menukar ‘Valentines’ (kartu ucapan) buatan tangan atau yang dibeli di toko sebagai

tvN
Di Korea Selatan, perayaan Valentine sedikit berbeda dalam hal pemberian hadiah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Bulan Februari sering di sebut bulan kasih sayang karena pada 14 Februari diperingati sebagai hari valentine.

Biasanya hari ini tak hanya menukarkan kado saja, orang-orang juga menukar ‘Valentines’ (kartu ucapan) buatan tangan atau yang dibeli di toko sebagai tanda kasih sayang.

Di banyak sekolah, sudah menjadi kebiasaan bagi siswa muda untuk membawa Valentine yang kemudian ditukar dengan teman sekelas.

Baca juga: Dayana Buka-bukaan Soal Agamanya ke Fansnya di Indonesia, Singgung Bila Menikah dengan Fiki Naki


Tradisi perayaan hari libur dapat berbeda-beda di setiap negara.

Hari Valentine paling banyak ditayakan di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Argentina, Perancis, Meksiko, Korea Selatan dan Jepang.

Namun, seperti Jepang dan Taiwan, Korea Selatan memberikan sentuhan unik pada perayaannya.

Di Korea Selatan, perayaan Valentine sedikit berbeda dalam hal pemberian hadiah.

Biasanya, perempuan Korea memberikan coklat kepada pasangannya atau para pria pada hari ini.

Korea Selatan memiliki perayaan sendiri untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada para perempuan. Hari itu biasanya disebut dengan White Day. Dimana para pria memberikan hadiah untuk kekasihnya.

Menurut history.com, legenda hari Valentine bermula dari Valentine yang konon katanya diesekusi oleh Kaisar Romawi Claudius II tepat pada tanggal 14 Februari.

Halaman
1234
Editor: Nurlailis
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved