Breaking News:

Berita Merangin

Pembangunan Jembatan di Merangin Tertunda, PLN Minta Ganti Rugi Hingga Ratusan Juta

Pengerjaan satu dari empat jembatan yang dibangun menggunakan dana APBN 2020 di Kabupaten Merangin tertunda

Tribunjambi/Muzakkir
Aspan Kadis PUPR Merangin. Pembangunan Jembatan di Merangin Tertunda, PLN Minta Ganti Rugi hingga Ratusan Juta  

Pembangunan Jembatan di Merangin Tertunda, PLN Minta Ganti Rugi hingga Ratusan Juta 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Pengerjaan satu dari empat jembatan yang dibangun menggunakan dana APBN 2020 di Kabupaten Merangin tertunda.

Pembangunan jembatan yang menelan dana miliaran rupiah itu terhenti dikarenakan adanya protes dari pihak PLN, karena pembangunan jembatan tersebut mengenai tiang listrik.

Pihak PLN minta ganti rugi sekitar Rp 280 juta ke Pemkab Merangin untuk pemindahan sejumlah tiang listrik di lokasi pembangunan jembatan tersebut.

Baca juga: Gegara Mau Seperti Maria Ozawa, Cibeby Dijuluki Miyabi dari Indonesia, Mau Jadi Bintang Film Panas?

Baca juga: Warga Desa Sungai Baung Nyaris Tertipu Oknum Mengaku Petugas BPN Sarolangun

Baca juga: Habis Nikmati Malam Pertama, Pengantin Wanita Tak Puas dan Minta Cerai, Anggota Tubuh Suami Lemas

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin, Aspan mengatakan, PLN minta anggaran Rp 200 juta lebih untuk biaya pemadaman saat pemindahan tiang tersebut.

"Saat ini pembangunan jembatan sungai Tantan terkendala karena PLN tidak mau memindahkan tiang listrik. PLN minta biaya Rp 200 san juta alasanya untuk biaya pemadaman," kata Aspan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin Aspan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin Aspan. (Tribunjambi/Muzakkir)

Empat pembangunan jembatan dengan biaya APBN tersebut diantaranya ada dublikat jembatan sungai Merangin, jembatan sungai Rasau, jembatan sungai batang Tabir dan jembatan sungai Tantan. Yang bermasalah saat ini adalah jembatan Sungai Tantan.

Terkait permasalahan itu, Kadis PUPR Merangin menyebut, jika Pemerintah Kabupaten Merangin masih melakukan koordinasi dengan pihak PLN agar segera memindahkan tiang listrik yang menghambat pembangunan jembatan.

Baca juga: Tanaman Gymnema Sylvestre yang Dijuluki Si Penghancur Gula, Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah

Baca juga: Patroli Karhutla, Kapolres Muarojambi Temukan 15 Kubik Kayu Hasil Ilegal Logging di Hutan Produksi

Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini 14 Februari 2021, Diskon Beras Rp52.500, Minyak Goreng 2L Rp20.100

"Kita terus melakukan koordinasi dengan PLN, Bupati dan Wabup juga sangat menyayangkan PLN yang belum memindahkan tiang listrik untuk lokasi jembatan itu," ujar Aspan.

Selain berkoordinasi dengan PLN, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan balai jalan nasional Jambi.

"Kita sudah koordinasi dengan bagian aset balai jalan nasional. Dan tiang PLN itukan berdiri di DMJ (Daerah Milik Jalan) Nasional. Tiap pembangunan di DMJ baik yang dilakukan pribadi baik oleh PLN, Telkom atau PDAM harus ada izin dan dalam izin itu berbunyi apa bila nanti DMJ itu digunakan pihak balai maka yang terkait wajib memindahkan dari DMJ," pungkasnya.

Penulis: Muzakkir
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved