Breaking News:

Berita Batanghari

VIDEO Pembuatan Bata Merah di Batanghari, Sebulan Laku 50 Ribu Batang

Saat ini harga bata untuk pembelian di lokasi Rp350 batang. Sedangkan jika diantar diwilayah Kabupaten Batanghari, biasanya Rp450 batang

Permintaan Bata Merah di Batanghari Tetap Stabil, Rumise Mampu Menjual Dalam Sebulan  50 Ribu Batang Bata

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, perajin bata merah di Batanghari justru malah banyak permintaan.

Saat ini memang memasuki musim kemarau pada awal 2021.

Para perajin pun semangat untuk memproduksi bata.

Tak hanya dari Kabupaten Batanghari, permintaan juga datang dari konsumen di wilayah Kabupaten Merangin, Tebo, Bungo, Kerinci dan dari Kota Jambi dan sekitarnya.

Rumise (55) perajin batu bata di Kelurahan Muara Bulian Kabupaten Batanghari.

Saat ditemui di tempat pencetakan bata, Rumise mengaku di tengah wabah Covid-19 usahanya tidak berdampak, penjualan tetap stabil. Hanya saja ada harga kebutuhan lain yang menjadi naik.

“Misalnya bahan bakar kayu saat ini naik menjadi Rp 600 ribu, sebelumnya hanya Rp 400 ribu per satu mobil pikap dan dalam satu bulan bisa menghabiskan 15 mobil pikap,” kata Rumise pemilik pencetak bata merah, Rabu (10/2/2021).

Dia menceritakan bahwa ada 10 orang pekerja di tempatnya satu hari masing-masing pekerja bisa menghasilkan 400–500 batang bata.

“Satu bulan berhasil menjual 50 ribu bata merah kepada pelanggan, mungkin kalau ketersedian bata lebih dari 50 ribu juga terjual,” katanya.

Rumise menggeluti usaha ini sejak 1986, awal mulanya dia pernah menjadi kuli bangunan di Jambi, dengan cekatan dia membuka pencetakan sendiri.

“Pertama kali buka pada 1986, waktu itu hanya mengantongi modal Rp 15 juta, kegunaanya beli lahan dan perlengkapan cetak bata,” ujarnya.

Seiring berjalannya, pada 2007-2008 usaha yang digeluti Rumise banyak permintaan.

Saat ini harga bata untuk pembelian di lokasi Rp350 batang. Sedangkan jika diantar diwilayah Kabupaten Batanghari, biasanya Rp450 batang tapi tergantung lokasi.

“Sepi pembeli menjadi hal biasa saat sepinya pembangunan, terlebih ketika musim penghujan, namun kondisi saat ini penjualan tetap stabil,” pungkasnya.(Tribun Jambi / Musa Wira)

Tips Melakukan Perjalanan dengan Budget Minim, Istika Anggraini Bagi Pengalaman

Niat dan Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap dengan Keutamaannya

Peringatan Dini Cuaca untuk Besok, 16 Daerah di Prediksi Alami Cuaca Ekstrem

Penulis: A Musawira
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved