Breaking News:

Vaksinasi di Muarojambi

Kabupaten Muarojambi Peringkat Kedua Vaksinasi Nakes Setelah Tebo

Sebelumnya menjalankan program vaksinasi di Muarojambi telah dilakukan terhadap sejumlah pejabat dan pihak forkofimda daerahnya.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/hasbi sabirin
Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Yes Isman 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Beberapa waktu lalu pencanangan program vaksinasi sudah dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Jambi termasuk Kabupaten Muarojambi.

Sebelumnya menjalankan program vaksinasi di Muarojambi telah dilakukan terhadap sejumlah pejabat dan pihak forkofimda daerahnya.

Kemudian dilanjutkan terhadap seluruh tenaga kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Muarojambi.

Michaela Sabar Banget Pilih Memaafkan Suami, James Siap Terima Sanksi Sosial : Aku Nukanlah Malaikat

Cara Daftar dan Syarat KIP Kuliah 2021, Mahasiswa D3-S1 dan Program Profesi Bisa Mendaftar

7 Kurir Benih Lobster Rp 16 Miliar di Tanjabtim Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

Hingga hari ini, Selasa (9/2/2021) semua nakes di Kabupaten Muarojambi telah melaksanakan vaksinasi sebanyak 1.347 orang dari jumlah sasaran sebanyak 1.695 orang.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi Yes Isman mengatakan.

Dalam pelaksanaan vaksinasi nakes di Muarojambi tidak sepenuhnya bisa dilakukan, artinya masih terdapat penundaan.

"Ada 243 orang nakes ditunda, dan 265 orang yang tidak layak diberikan vaksinasi, jika dipersentasekan Kabupaten Muarojambi telah menjalani vaksinasi terhadap nakes mencapai 79,47 persen,"kata Yes Isman.

Ia juga mengatakan, untuk Kabupaten Muarojambi sendiri persentase menjalani program vaksinasi terhadap nakesnya tertinggi nomor dua persennya se-Provinsi Jambi setelah Kabupaten Tebo 127,80 persen.

Dalam menjalankan program vaksinasi nakes di Muarojambi tidak ada yang menolak, hanya saja ada yang ditunda dan tidak layak diberikan vaksinasi tersebut.

"Yang ditunda dan yang tidak layak disebabkan, adanya nakes yang mengidap penyakit kronis, dan darah tinggi makanya ada yang ditunda dan tidak bisa diberikan penyuntikan vaksin,"tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved