Breaking News:

Vaksinasi di Kota Jambi

Terkendala Secara Daring, Vaksinasi Nakes di Kota Jambi akan Didata Manual

Prinsip saat ini, tidak perlu menunggu jalur online. Ada jadwal, pendaftaran, dan lain sebagainya.

Tribunjambi/Rara
Vaksinasi Nakes di Kota Jambi akan Didata Manual 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pendataan vaksinasi di Kota Jambi akan dilakukan manual. Pendataan vaksinsi secara online (daring) terkendala.

Pendataan secara manual akan dilakukan lantaran kendala target vaksinasi. Target vaksinasi tak dapat dicapai apabila pendataan daring tersendat.

Prinsip saat ini, tidak perlu menunggu jalur online. Ada jadwal, pendaftaran, dan lain sebagainya.

VIDEO Viral Warga Jambi Nekat Melamar Gadis Turki Bikin Netizen Heboh

Tinggal Hitungan Hari, Puasa Rajab Ditunaikan Tanggal 13 Feb Ini, Keinginan Akan Dijabah Asalkan . .

10 Tanaman Hias yang Butuh Perawatan Tinggi, Calathea Perlu Air yang Difilter

"Pokoknya semua tenaga kesehatan, suntik kemudian masukan laporannya secara manual. Kemudian, angka komorbid kita tahu semua angkanya hanya 20 persen," katanya.

Jadi, apabila angka komorbid di masing-masing Fasyankes masih belum 20 persen berarti alasan komorbid saat pemeriksaan itu anomali.

Karena angka kesakitan di Kota Jambi belum berada di ambang batas. Baik ambang batas nasional, maupun internasional pemerintah.

"Kemudian jika ada alasan-alasan yang disampaikan oleh staf kita diluar kewajaran, harus buat pernyataan," lanjutnya.

Jika orang tersebut ASN, maka kewenangannya di pembina kepegawaian walikota. Tujuannya untuk menilai apakah naik pangkatnya atau hal-hal lain.

Lebih lanjut, target minimalnya yang sehat yaitu 80 persen. Jadi jika ada angka kesakitan 12 macam komorbid itu lebih dari 20 persen, berarti dianggap anomali.

"Tenaga kesehatan kita sakit semua di atas rata-rata dari statistik penduduk. Demikian dari 58 sekarang, ke 80 persen minimal. Karena angkanya mengikuti angka nasional, dan internasional kesakitan atau komorbid itu," ungkap Maulana, Wakil Walikota Jambi, Senin, (08/09/2021).

Jadi ada 20 persen tenaga kesehatan yang komirbid. Kemudian ia bersyukur, Walikota Jambi turun langsung untuk memonitor hal tersebut.

"Ini adalah salah satu ikhtiarnya untuk mencegah supaya tenaga kesehatan tidak tertular Covid-19. Bahkan tidak ada lagi yang meninggal karena Covid-19," lanjut Maulana.

Saat ini, ia mengharuskan gunakan berbagai macam cara terbebas dari Covid-19.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved