Breaking News:

Berita Tanjabbar

WIKIJAMBI Mengenal Syaikh Utsman Tungkal, Namanya Dicatut Menjadi Nama Masjid Megah di Tungkal

Nama Syaikh Utsman Tungkal menjadi nama yang di gunakan untuk menyebut masjid yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Tribunjambi/Samsul Bahri
Masjid Syekh Utsman Tungkal 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Nama Syaikh Utsman Tungkal menjadi nama yang di gunakan untuk menyebut masjid yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Nama Syaikh Utsman Tungkal sendiri telah di kenal oleh sejumlah ulama khususnya di Kabupaten Tanjabbar

Nama Syaikh Utsman Tungkal yang disematkan menjadi nama Mesjid yang mewah nan megah di Kabupaten Tanjabbar ini juga menjadi penghargaan bagi Syaikh Utsman Tungkal dari Pemerintah Kabupaten Tanjabbar

Ustad Zakaria Ansori, satu di antara ustad yang ada di Kabupaten Tanjabbar yang juga Wakil Ketua MUI Tanjabbar menjelaskan terkait dengan biografi dari Syaikh Utsman Tungkal

Diketahui bahwa Nama lengkap Syaikh Utsman Tungkal adalah Fadhilah al-‘Allamah al-Faqih Syaikh ‘Utsman bin Muhammad Sa’id Tungkal al-Indunisiyy al-Makky al-Syafi’i. Syaikh Utsman lahir di Merlung, Tanjung Jabung Barat, Jambi, pada tahun 1320 H/1903 M.

Saat remaja, Syaikh Utsman belajar di Pesantren Nurul Islam, yang terletak di kawasan Seberang Kota Jambi. Tamat belajar di Nurul Islam, pada tahun 1341 H, dia berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan belajar agama secara lebih dalam. Saat itu, dia masih seorang pemuda berusia 20-an.

"Di Mekkah beliau nyantri di Madrasah al-Shaulatiyyah hingga tahun 1348 H. Ada sejumlah sahabat beliau semasa di Mekkah diantaranya Syaikh Muhsin al-Musawa Palembang, TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, K.H. Abdul Wahab Chasbullah,"sebutnya

"Kemudian ada Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Padang, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, Syaikh Musthafa Husein Nasution, Guru Hasan bin Anang Yahya, dan Mama Tubagus Bakri Sempur, termasuk sahabat seperguruan beliau,"tambahnya

Syaikh Utsman diketahui berguru pada sejumlah syaikh antara lain berguru kepada Syaikh Muhammad Mukhtar al-Tharid Bogor, Syaikh Umar Hamdan al-Mahrasi, Syaikh Hasyim Syatha, Syaikh Hasan al-Masyath, Syaikh Sa’id al-Yamani, Syaikh Habibullah al-Sinqithy, dan Syaikh Tengku Mahmud Zuhdi al-Fathani. 

"Mereka adalah guru para ulama Nusantara yang dengan tekun membangun wajah Islam yang moderat dan neosufistik di Indonesia sejak awal abad ke-20," sebutnya.

Setelah lulus dari al-Shaulatiyyah, Syaikh Utsman mengajar di almamaternya.

Dia juga mengajar di Masjidil Haram, Madrasah Dar al-‘Ulum al-Diniyyah, Madrasah al-Fakhriyyah, dan Madrasah al-Sa’diyyah.

Tiga di antara sekian banyak santrinya adalah Syaikh Prof. Dr. Sa’id Mamduh (guru besar ilmu hadits di Universitas al-Azhar), TGH Muhammad Najmuddin Makmun (pendiri Pesantren Nurul Yaqin dan Darul Muhajirin), dan Syaikh Ahmad bin Abdullah al-Ruqaimy.

"Selain mengajar, Syaikh Utsman juga menulis kitab. Adapun kitabnya yang sudah diterbitkan adalah Sullamur Raja, Minhajut Thulab, al-Jauharu," ucapnya.

VIDEO Tim Gabungan Hancurkan Mesin di Puluhan Tedmon di Lokasi Illegal Drilling, Gunakan 3 Eskavator

UMKM di Jambi ini Hadirkan Masker yang Tidak Membuat Sesak

Harga Hijab Terbaik Februari 2021 di Lazada Bukalapak Tokopedia, Mulai Rp 29.500

VIDEO Viral, Air Banjir Warnanya Sampai Merah Pekat, Terjadi di Pekalongan, Ternyata Ini Penyebabnya

Kisah Wanita Nazi, Terlibat 10 Ribu Kasus Pembunuhan, yang Dimulai Sejah Usia 18 Tahun

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved