Breaking News:

Inflasi Deflasi

Angka Inflasi Jambi Turun Tipis, Andil Terbesar Januari 2021 pada Cabai Rawit

Berdasarkan rilis data BPS Provinsi Jambi, Senin (1/2), Januari 2021 inflasi Kota Jambi dan Kota Muaro Bungo alami penurunaan tipis

tribunjambi/vira ramadhani
Pedagang cabai di satu pasar di Kota Jambi, Jumat (15/1/2021). Makin Pedas, Harga Cabai Rawit di Kota Jambi Meroket Mencapai Rp 100 Ribu Perkilogram 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berdasarkan rilis data BPS Provinsi Jambi, Senin (1/2), Januari 2021 inflasi Kota Jambi dan Kota Muaro Bungo alami penurunaan tipis dibandingkan Desember 2020. Andil terbesar masih pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta komoditas dengan andil terbesar yaitu cabai rawit.

Pada Januari 2021, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,68 persen dan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,50 persen. Laju inflasi tahun kalender Bulan Kota Jambi sebesar 0,68 persen dan Kota Muara Bungo sebesar 0,50 persen . Sedangkan inflasi year on year Kota Jambi sebesar 2,95 persen dan Kota Muara Bungo sebesar 2,08 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin menyampaikan, Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 6 (enam) kelompok pengeluaran yaitu masih pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,29 persen.

“Selanjutnya, kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,28 persen, kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,06 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,80 persen, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,06 persen, dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,25 persen,” ujarnya.

“Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi Bulan Januari 2021 yang terbesar yaitu cabai rawit sebesar 0,1710,” ucapnya.

“Komoditi bayam sebesar 0,1105, kangkung sebesar 0,0502, daging ayam ras sebesar 0,0422, udang basah sebesar 0,0392, tahu mentah sebesar 0,0370, ikan dencis sebesar 0,0367, ikan tongkol sebesar 0,0333, dan kacang panjang sebesar 0,0203,” tambahnya.

Wahyudin melanjutkan, Inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 8 (delapan) kelompok pengeluaran yaitu masih kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,08 persen.

Lalu, kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,27 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,11 persen, kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,34 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok Transportasi sebesar 0,35 persen, kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,29 persen, serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,54 persen.

“Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo, yaitu cabai rawit sebesar 0,0761,” jelasnya.

“Lalu komoditi daging ayam ras sebesar 0,0749, ikan nila sebesar 0,0542, rokok kretek sebesar 0,0366, ikan serai 0,0345, kentang sebesar 0,0345, rokok kretek filter sebesar 0,0337, daun singkong sebesar 0,0304, dan sepeda motor sebesar 0,0300,” tambahnya.

Sementara itu, Laju inflasi tahun kalender1 dan “year on year”2 Kota Jambi pada bulan ini masing-masing sebesar 0,68 persen dan 2,95 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender dan “year on year” Kota Muara Bungo bulan ini masing-masing sebesar 0,50 persen dan 2,08 persen.

“Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota di Sumatera mengalami inflasi. Inflasi tertinggi se-Sumatera terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,17 persen dan terendah di Kota Padang sebesar 0,10 persen,” katanya.

Dari 90 kota yang menghitung IHK di Indonesia, sebanyak 75 (tujuh puluh lima) kota mengalami inflasi, dan 15 (lima belas) kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Mamuju sebesar 1,43 persen dan terendah sebesar 0,02 persen terjadi di Kota Balikpapan dan Ambon.

Penulis: Vira Ramadhani
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved