Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

Islam Arogan Yang Dimaksud Apa?, Gus Miftah BIlang Abu Janda Kurang Ajar, Suruh Lebih Banyak Ngaji

Gus Miftah menanyakan kepada Abu Janda atau Permadi Arya “Islam Arogan” yang dimaksud apa?

Tayang:
Editor: Rahimin
(YouTube Deddy Corbuzier)
Penggiat sosial media, Abu Janda debat Gus Miftah soal 'Islam Arogan' dalam Podcast Deddy Corbuzier, Senin (1/2/2021). Islam Arogan Yang Dimaksud Apa?, Gus Miftah BIlang Abu Janda Kurang Ajar, Suruh Lebih Banyak Ngaji 

Islam Arogan Yang Dimaksud Apa?, Gus Miftah BIlang Abu Janda Kurang Ajar, Suruh Lebih Banyak Ngaji

TRIBUNJAMBI.COM - Permadi Arya alias Abu Janda bertemu dengan Gus Miftah dalam Podcast Deddy Corbuzier yang disiarkan, Senin (1/2/2021) melalui akun YouTube.

Gus Miftah menanyakan kepada Abu Janda atau Permadi Arya “Islam Arogan” yang dimaksud apa?

Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah adalah seorang ulama, da'i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Baca juga: Sosok Asdianti, Perempuan Pembeli Pulau Lantigiang Cuma Rp 900 Juta, Anak Petani Cengkeh

Baca juga: Dituding Ingin Rebut Partai Demokrat Dari AHY, Moeldoko: Jadi Pemimpin Kuat, Jangan Mudah Baper

Baca juga: Tertangkap Kamera Pria Baju Putih di Foto Kuno Candi Borobudur 1907, Berdiri di Serakan Batu Besar

Hal itu dia sampaikan dalam Podcast Deddy Corbuzier yang disiarkan, Senin (1/2/2021) melalui akun YouTube.

Abu Janda pun langsung menjawab. “Yaitu Gus arogan kepada kepada budaya asli budaya lokal, haramkan sedekah laut, di bawah ada screenshot,” katanya.

Gus Miftah mengungkapkan tak akan ada masalah jika lebih spesifik.

“Misalnya model Islam Tengku Zulkarnaen, mohon maaf saya tak membela Tengku Zulkarnaen saya sering berbeda pendapat. Tapi walla saya ketemu di panggung dan saya cium tangannya” katanya.

“Saya kritik beliau dengan cara yang baik. Seandainya Anda (Abu Janda) menulis model Islam seperti Anda (Tengku Zulkarnanen) maka orang-orang tak akan marah,” katanya.

Gus Miftah (kiri) dan Deddy Corbuzier
Gus Miftah (kiri) dan Deddy Corbuzier ((Tribunjogja.com | Alexander Ermando))

Gus Miftah menemui Arya Permadi atau Abu Janda untuk tabayyun atau telitilah dulu.

“Kalau kejadian seperti ini apakah Abu Janda akan minta maaf,” Tanya Deddy Corbuzier.

Abu Janda sudah menyatakan klarifikasi kepada kiai Nahdlatul Ulama (NU).

“Kiai dan ustad (NU) saya minta maaf bukan maksud saya seperti itu,” katanya.

Gus Miftah pun menyampaikan, Arya Permadi kurang ajar.

“Melihat Permadi Arya, beliau kurang ajar. Terhadap Islam itu sendiri terutama kepada Nahdlatul Ulama,” katanya.

Baca juga: Abu Janda Jadi Sorotan,Publik, Rocky Gerung Beri Sindiran Telak : Buzzer Peliharaan

Baca juga: Imbas Wajahnya Mirip Lesti Kejora, Irfan Hakim Larang Cimoy Temui Rizky Billar: Tapi Dia Ganteng

Baca juga: Perjalanan Hidup Soraya Abdullah, Diam-diam Umi Pipik Pernah Cemburu pada Almarhum: Dunia Itu Fana

Gus Miftah pun menganggap Arya Permadi kurang sopan santun.

“Di Ahlussunnah wal Jamaah, kalau memberikan kontra narasi boleh, tentu dengan cara baik. Saya berharap ketika Arya Permadi memberikan kontra narasi terhadap Islam keras lebih arif, lebih beradab, lebih mengedepankan sopan santun. Apalagi dimana-mana orang tahu dia orang NU,” katanya.

NU berada di tengah-tengah, tidak terlalu ke kanan dan tidak terlalu ke kiri.

“Saya sarankan saudara Arya Permadi lebih banyak ngaji lagi,” katanya.

Gus Miftah tak bisa melarang Abu Janda untuk kritik.

“Tapi, kritik dengan cara sopan santun, boleh mengkritik orang keras tapi lebih santun,” katanya.

Permadi Arya alias Abu Janda
Permadi Arya alias Abu Janda (ist)

Gus Miftah menyampaikan Tengku Zulkarnaen bukan Islam garis keras.

"Tapi kalau saya sering berbeda pendapat sering, tapi kita sampaikan secara santun," katanya. 

Gus Miftah tak hanya menemui Abu Janda sebagai warga NU. "Abu Janda kemana-mana pakai Banser (badan otonom NU)," katanya. 

Gus Miftah pun akan menemui Pandji Pragiwaksono. "Kalau Pandji Pragiwaksono mau ketemu saya ayo, silahkan," katanya. 

Terakhir, Gus Miftah meminta kepada siapa pun untuk menjadikan media sosial untuk mendapatkan ridho Tuhan.

Baca juga: Kepergok Pelototi Ahmad Dhani, Maia Estianty Diam Eks Suami Bahas Perihal Perempuan: Tanya Ayahnya!

Baca juga: Partai Demokrat Bahaya! AHY: Ada Upaya Kudeta, Nama Moeldoko Kepercayaan Jokowi Disebut-sebut

Baca juga: Aurel Mendadak Dilema Saat Disinggung Keluarga Atta Halilintar, Pernikahannya Terhalang Restu?

"Jangan sampai gara-gara medsos kita mendapatkan murka dari Tuhan, dakwah itu bukan profesi, tapi apapun profesinya harus berdakwah untuk kebaikan," katanya.

Gus Miftah meminta kepada Abu Janda untuk lebih bijak. "Aku tadi bayangin kalau Arya Permadi ngeyel, aku tak pukul," katanya.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, anak Buah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, akan memanggil influencer Abu Janda untuk diperiksa atas dugaan ujaran kebencian bernuansa rasis dan dugaan penistaan terhadap agama, Senin (1/2/2021) hari ini.

Sebelumnya, Abu Janda dilaporkan Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rsicha Lubis ke Polisi.

Pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda
Pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Pemanggilan ini diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi terkait cuitan Abu Janda menyebut 'Islam arogan' di media sosial.

"Panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan 'Islam arogan'," kata Slamet, Sabtu (30/1/2021) kemarin.

Cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan' berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain.

Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadztengkuzul mencuit tentang arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Tengku Zulkarnain kemudian menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 2 Februari 2021, Virfo Kemakmuran Scorpio Pilihan Tepat Dari yang Tersulit

Baca juga: Setelah Lihat Candi Borobudur Pakai Google Maps, Terlihat Rahasia Jam Raksasa Lewat Foto Satelit 

Baca juga: Sakit Hati Inul Daratista Lihat Perangai Aldi Taher, Mendadak Batalkan Syuting: Blass Rak Nyambong!

Cuitan tersebut diunggah hari Minggu (24/1/2021) lalu.

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas.

Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1/2021).

Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain dengan menyebut ada Islam yang 'arogan' karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Berbagai pihak keberatan dengan kata-kata Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan'. Cuitan Abu Janda lantas dipolisikan.

Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rsicha Lubis melaporkan ke Bareskrim, Jumat (29/1/2021). Laporan Medya diterima Bareskrim dengan nomor: LP/B/0056//I/2021/BARESKRIM.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Twit 'Islam Arogan', Gus Miftah Anggap Abu Janda Kurang Ajar Suruh Lebih Banyak Ngaji

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved