Breaking News:

Bandara Corner

Digitalisasi Hasil Tes Covid-19 di Bandara Sultan Thaha Mulai Diberlakukan

Bandara Sultan Thaha Jambi, terhitung Senin (1/2) mulai memberlakukan digitalisasi dokumen kesehatan atau surat keterangan hasil tes Covid-19.

Tribunjambi/yon rinaldi
Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP ) Kelas III Jambi mulai 1 februari 2021 memberlakukan aturan baru terkait validasi dokumen kesehatan secara digital bagi pelaku perjalanan atau penumpang baik di bandara maupun di pelabuhan laut 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bandara Sultan Thaha Jambi, terhitung Senin (1/2) mulai memberlakukan digitalisasi dokumen kesehatan atau surat keterangan hasil tes Covid-19.

Hal ini sesuai Surat Edaran ( SE ) Satgas No. 5 dan 6 Tahun 2021 dan SE Dirjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) No. 10 dan 12 Tahun 2021.

Eksekutif General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Indra Gunawan mengatakan hari ini pertama kali nya penerapan digitalisasi surat hasil tes Covid 19 sesuai dengan SE Dirjen P2P nomor HK 01.07/I/11352/2020.

“Sampai saat ini kondisi masih berjalan lancar namun kami bersama KKP kelas 3 Jambi tetap melakukan pengawasan di lapangan,” ujarnya Senin (1/2).

Dengan diberlakukannya aturan baru ini akan menciptakan seamless journey karena calon penumpang pesawat tidak perlu lagi membawa kertas fisik dan mengantre validasi manual.

Secara sederhana, implementasi digitalisasi surat hasil tes dapat dijelaskan sebagai berikut: calon penumpang melakukan tes Covid-19 di fasilitas kesehatan (faskes) yang sudah teregistrasi di aplikasi eHAC, seperti Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah dilakukan tes, faskes mengirim hasil tes yang menyatakan negatif ke eHAC calon penumpang.

Kemudian, calon penumpang mendapat QR Code di aplikasi eHAC. QR Code di eHAC tersebut ditunjukkan calon penumpang di konter check in untuk diperiksa petugas maskapai.

Masih Ada Yang Belum Tau

BANDARA Sultan Thaha Jambi berlakukan aturan baru tentang digitalisasi dokumen kesehatan atau surat keterangan hasil tes Covid-19, Senin (½). Eksekutif General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Indra Gunawan mengatakan di lapangan masih ada penumpang yang belum tau dengan peraturan baru tersebut.

“Untuk itu kami selalu menyosialisasikan kepada calon penumpang melalui verbal serta digital Banner” ujarnya kepada Tribun, Senin (1/2). Lebih Lanjut, Indra mengatakan saat ini kondisi di lapangan relatif berjalan lancar, namun kami bersama KKP kelas 3 Jambi tetap melakukan pengawasan di lapangan.

Diberlakukannya aturan baru ini sesuai dengan surat edaran ( SE ) Satgas No. 5 dan 6 Tahun 2021 dan SE Dirjen P2P Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) No. 10 dan 12 Tahun 2021 serta dipertegas dengan sesuai dengan SE Dirjen P2P nomor HK 01.07/I/11352/2020.

Dengan diberlakukannya peraturan tersebut penumpang tidak lagi membawa kertas fisik dan mengantre validasi manua.

Selain itu, masa berlaku surat keterangan hasil tes Covid-19 menjadi relatif singkat. Rapid test antigen berlaku 2x24 jam untuk dari dan ke Pulau Jawa sedangkan ke Bali masa berlakunya hanya 1x24 Jam.

Diberlakukannya peraturan baru ini berdampak dengan menurunnya jumlah penumpang di hari pertama ini.

Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved