Breaking News:

Dewan Duga Akal-akalan Oknum, Gas 3 Kg Langka dan Mahal di Merangin

Persoalan gas 3 Kg masih terus terjadi di Kabupaten Merangin. Susahnya mendapatkan gas dan tingginya harga pertabungnya menjadi keluhan berarti

tribunjambi/vira ramadhani
Satu pangkalan gas. di Merangin 6 pangkalan gas 3 kg sudah diberi sanksi surat peringatan kedua 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Persoalan gas 3 Kg masih terus terjadi di Kabupaten Merangin. Susahnya mendapatkan gas dan tingginya harga pertabungnya menjadi keluhan berarti bagi masyarakat.

Jika tengah langka, harga gas mencapai Rp 50 ribuan pertabungnya. Padahal harga eceran tertinggi (HET) yang dikeluarkan oleh Pertamina hanya Rp18 ribu.

Dari data yang diterima, jika dilihat dari jumlah masyarakat miskin yang ada di Merangin, kuota yang di berikan oleh Pertamina kepada Kabupaten Merangin sangat mencukupi, yaitu 165 ribu tabung perbulannya.

Keluhan masyarakat ini sudah lama terjadi. Untuk menyikapi keluhan masyarakat itu, anggota DPRD Kabupaten Merangin memanggil pihak terkait, yaitu Dinas KUKMP-P, Dinas PMPT-SP dan pihak agen yang menyalur gas 3 Kg di Merangin.

Ketua Komisi I, Sukadi dan sejumlah anggota komisi I lainnya yakni As'ari Elwakas, Subadri, A Thalib dan Darmadi membahas persoalan kelangkaan gas subsidi di Merangin dengan pihak terkait tersebut.

Beberapa indikasi yang muncul dalam pembahasan yakni ada pangkalan gas yang terdaftar di desa A, tapi gasnya sama sekali tidak pernah sampai ke desa A tersebut.

"Jadi itu seperti akal-akalan oknum yang ingin punya banyak pangkalan, lalu ia gunakan nama si C atau si D kerabatnya di desa A tersebut, itu pangkalan ada terdaftar di desa A tapi penyaluran tidak ada," ungkap Subadri anggota komisi I.

"Ada juga agen beralasan tidak sampai mengantarkan gas ke pangkalan karena jalan rusak. Sementara ke desa itu bisa masuk armada mobil sawit, sehingga distribusi tidak ada dan ditransit ke tempat lain. Itu yang kami dengar dari masyarakat," sebutnya lagi.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh As'ari Elwakas, Anggota komisi I ini mengatakan sebenarnya tidak ada alasan bagi agen tidak masuk ke semua pangkalan, apa lagi cuma karena alasan jalan rusak.

"Di Merangin ini cuma dua desa yang mobil tidak masuk. Jadi jangan beralasan agen tidak mengantar gas ke pangkalan karena jalan jelek. Kan ada SK Bupati untuk menyesuaikan harga," sebut politisi Demokrasi ini.

Halaman
12
Penulis: Muzakkir
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved