Breaking News:

Tribun Wiki

Peziarah Datang dari Pulau Jawa, Situs Makam Rang Kayo Hitam Pusat Acara Haul Tahunan

Kondisi situs bersejarah di Kecamatan Berbak semakin memprihatinkan, Camat Berbak mengatakan, ada tiga program prioritas pembangunan pada

tribunjambi/abdullah usman
Aparat Kecamatan mengunjungi situs Makam Rangkayo Hitam di Desa Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjabtim, beberapa waktu lalu. Diantaranya Camat, Polsek, TNI dan Kajari. 

TERKAIT kondisi Makam Rangkayo Hitam yang memprihatinkan, Pemerintah Tanjabtim melalui Disporabud sudah koordinasi dan menyurati pihak provinsi.

Dalam penanganan situs sejarah Makam Rangkayo Hitam tersebut, menurut Pemerintah Kabupaten Tanjabtim tetap harus melalui koordinasi bersama pihak Provinsi Jambi mengingat secara status aset makam tersebut milik aset provinsi.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Budaya Tanjab Timur Dedi Armadi menuturkan, untuk diketahui terlebih dahulu di komplek makam tersebut merupakan aset Pemprov mulai dari jalan, gapura, hingga bangunan utama makam.

"Terkait kondisi saat ini yang mulai kurang baik, kita sudah melakukan koordinasi bersama pihak provinsi dan kita juga sudah melayangkan surat terkait hal tersebut," ujar Dedi.

Selain menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan tersebut, dalam surat tadi juga telah disampaikan terkait kelanjutan wacana penambahan turap pada sisi kanan dan kiri makam yang sudah abrasi.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan rapat bersama dan membahas terkait kondisi Situs Makam Rangkayo Hitam tadi.

"Dimana dari hasil rapat tadi rekomendasinya kita buat surat ditujukan pada Dinas PU Provinsi, karena mereka yang membangun awalnya. Selain itu juga kita layangkan surat ke Dinas Pariwisata Provinsi," jelasnya.

Dalam melakukan penanganan sendiri, kabupaten tidak dapat berbuat banyak. Selain itu aset provinsi, untuk pembangunan turap dan sebagainya tentu membutuhkan anggaran dan biaya yang tidak sedikit pula.

"Apalagi harus menggunakan anggaran APBD tidak mungkin, dan berat," jelasnya.

Saat ini, selain permasalahan turap baru, turap lama juga bermasalah karena usia, yang mengakibatkan terjadinya pergerakan penurunan tanah yang cukup besar mulai dari diameter 1 - 1,5 meter. Tentu selain pembangunan turap juga perbaikan turap yang ada membutuhkan biaya besar.

"Yang jelas Pemkab sudah melakukan koordinasi dan rapat bersama juga. Mengingat situs ini memang butuh segera diperbaiki karena berdampak di masa akan datang," jelasnya.

"Setahu saya terkait hal ini pihak Bappeda juga sudah mengajukan ke provinsi dan pusat untuk dianggarkan tahun depan sehingga permasalahan ini segera tertangani," pungkasnya.

Lanjutnya, hingga saat ini sudah lebih dua kali pengajuan Pemda ke provinsi untuk penanganan kondisi Makam Rangkayo Hitam tersebut, namun hingga saat ini masih belum juga disetujui.

"Kita tidak bosan untuk terus mengajukan usulan, tahun ini kita usulkan lagi ke provinsi. Sayang jika sampai icon Jambi itu hilang akibat kurang perhatian atau terkesan kumuh."

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved