Breaking News:

Tribun Wiki

Peziarah Datang dari Pulau Jawa, Situs Makam Rang Kayo Hitam Pusat Acara Haul Tahunan

Kondisi situs bersejarah di Kecamatan Berbak semakin memprihatinkan, Camat Berbak mengatakan, ada tiga program prioritas pembangunan pada

tribunjambi/abdullah usman
Aparat Kecamatan mengunjungi situs Makam Rangkayo Hitam di Desa Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjabtim, beberapa waktu lalu. Diantaranya Camat, Polsek, TNI dan Kajari. 

"Karena kebanyakan pengunjung memang sengaja menempuh jalur darat untuk kesini, dan melalui dua jalur tadi. Kalau untuk jalur air masih kurang," jelasnya.

Dalam kondisi normal dalam artian kondisi jalan baik, dan dapat dilalui kendaraan hampir setiap tahunnya kunjungan masyarakat ataupun wisatawan yang ingin berziarah cukup tinggi.

"Dalam hitungan minggunya bisa sampai 60-70 orang yang datang, atau perbulannya sekitar 500-600 orang terlebih pada hari hari tertentu seperti saat ini jelang Perayaan Imlek," tuturnya.

Lanjutnya, jika direkam saat ini kunjungan lokal maupun dari luar jumlahnya hanya sekitar puluhan. Sangat jauh mengalami kenerosoran jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya. karena faktor utama kondisi jalan yang hancur.

Selain itu kondisi kawasan makam yang mulai memprihatinkan seperti saat ini memang butuh penanganan yang cepat dari pihak terkait.

"Meski pada bagian sisi pinggir sungai yang telah didam tidak terlalu terlihat pergerakan tanahnya, namun pada bagian sisi kanan dan kiri ujung pagar sudah terlihat jauh pergerakan tanah akibat erosi dan abrasi," ujarnya.

Dikatakannya pula, sebelumnya sempat ada wacana dari pihak terkait untuk membangun turap tambahan pada bagian sisi kanan dan kiri komplek makam. Namun hingga saat ini wacana tersebut belum ada kejelasan lebih lanjut.

Menurutnya, yang sangat memprihatinkan saat ini pergerakan tanah tadi sudah sampai pada bagian makam utama. Akibat pergerakan bawah tanah dan terjadi pergeseran tadi, beberapa struktur bangunan pada komplek makam mulai retak dan beberapa keramik lantai sudah pecah dan terangkat.

"Yang mirisnya lagi, kalau kita berada di lokasi makam datuk itu pada bagian lantainya sudah tidak lagi datar (mulai terjadi amblas) itu tampak jelas sekali sekitar 5 cm," bebernya.

Tak Henti Sampaikan Usulan ke Provinsi

Halaman
1234
Penulis: Abdullah Usman
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved