Breaking News:

Bantah Lahan Sawah jadi Kebun Sawit, Dinas TPHP: Itu 10 Tahun yang Lalu

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun membantah lahan sawah di Sarolangun berubah jadi kebun sawit.

Bantah Lahan Sawah jadi Kebun Sawit, Dinas TPHP: Itu 10 Tahun yang Lalu
Rifani halim
Lahan Sawah di Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun membantah lahan sawah di Sarolangun berubah jadi kebun sawit.

Kabid Tanaman Pangan melalui Kasi Lahan Irigasi Dinas Pertanian TPHP Kabupaten Sarolangun, Sopian mengatakan, sampai saat ini pertanian pangan seperti sawah tidak beralih fungsi.

Namun hal itu pernah terjadi pada 10 tahun yang lalu di daerah Kecamatan Singkut.

"Dulu ada 10 tahun lalu perubahan dari sawah ke sawit sekitar sembilan hektare," ungkap Sopian, (25/1).

Ia menyatakan, masyarakat melakukan penanaman sawit di perkebunan karet ataupun lahan yang belum produktif alias lahan semak belukar.

Luas lahan pertanian pangan di Kabupaten Sarolangun saat ini mencapai 5.300 hektare. Menurut data dari dinas TPHP Sarolangun. Dari 5.300 hektare lahan itu terdiri dari lahan pertanian irigasi, non irigasi dan tegalan.

"4757,45 hektare jumlah di lahan pertanian pangan warga, 98 hektare di wilayah kawasan, contohnya di dalam HGU. 148 hektare nya lagi di spot-spot terpecah, tidak satu hamparan, di beberapa tempat ada di Kecamatan Pelawan, totalnya 5300 hektare," ungkapnya.

Menurut data dinas TPHP Sarolangun, Singkut sangat sedikit memiliki kawasan sawah, hanya memiliki 9.44 hektare saja dari jumlah keseluruhan jenis sawah.

Sedangkan daerah yang terluas memiliki lahan sawah yaitu di Kecamatan Batang Asai yakni 985.08 hektare sawah irigasi, namun tidak miliki sawah non irigasi, sedangkan luas lahan tegalan 9.92 hektare.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved