Breaking News:

Nasib Buruk Abu Janda Datang Bertubi-tubi Gegara Sebut Agama Islam Begini, Kini PBNU Ikut Marah!

Pengurus PBNU mengambil sikap tegas pada pegiat media sosial Abu Janda setelah pernyataannya tentang Agama Islam dikecam.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda kena masalah bertubi-tubi usai pernyataan kontroversinya soal Agama Islam. 

"Jadi tidak ada saya berpikir teori Darwin ketika saya mengatakan itu. Evolusi di KBBI itu tidak ada kaitannya sama teori Darwin, di kamus besar itu artinya berkembang. Yang aku maksud itu jadi "Kau ini sudah berkembang belum otak kau" itu maksudnya "kau nggak ada otak", gitu, cuma dikaitkan ke teori Darwin sama si Rocky Gerung itu," jelasnya.

Permadi Arya mengaku bahwa cuitannya itu sudah dihapus selang satu jam setelah dia mem-posting tulisannya itu.

Ia mengaku menghapusnya bukan karena takut, melainkan karena komentar pengikutnya malah melakukan body shaming.

Denny Siregar Membela

Pegiat media sosial Denny Siregar turut mengomentari tindakan Ketua KNPI Haris Pertama yang melaporkan Permadi Arya atau Abu Janda ke Bareskrim Mabes Polri.

Menurut Denny Siregar, jika laporan Haris Pertama tak terbukti secara hukum, Abu Janda berhak melaporkan balik atas kasus pencemaran nama baik.

Jika itu terjadi, kata Denny Siregar, Haris Pertama yang bisa masuk penjara.

Hal tersebut diungkapkan Denny Siregar melalui akun Twitter @Dennysiregar7 seperti dilansir TRIBUN-TIMUR.COM.

"Si @harisknpi harus paham resiko laporkan seseorang. Kalau laporan dia ke @DivHumas_Polri tidak terbukti secara hukum, maka @permadiaktivis1 berhak melaporkan dia karena pencemaran nama baik.. Kalo ini terjadi, si haris yang bisa masuk penjara. Jangan main2 dgn laporan..," tulis Denny Siregar, Kamis (28/1/2021) pukul 3.25 sore.

Sebelumnya, Denny Siregar juga meminta Haris Pertama membaca terkait evolusi.

"Ini si @harisknpi yang laporkan @permadiaktivis1 harus baca. Karena jangankan Pigai, semua manusia di bumi ini belum selesai evolusi. Jadi lucu aja kalo kata2 itu dilaporkan sbg bentuk rasisme. @DivHumas_Polri
juga gak bodoh terima laporan gak jelas ," tulis Denny Siregar Kamis (28/1/2021) pukul 2.08 sore.

Cuitan Denny Siregar disertai link artikel berita BBC Indonesia berjudul Apakah manusia masih berevolusi?

Abu Janda tak gentar

Sementara itu Abu Janda tak gentar atas tindakan Ketua KNPI Haris Pertama yang melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri.

Abu Janda justru menuding aksi Haris Pertama sebagai dendam politik. Ia juga menyebut Haris Pertama pembela FPI.

Hal tersebut diungkapkan Abu Janda melalui akun Twitter @permadiaktivis1 seperti dilansir TRIBUN-TIMUR.COM.

Abu Janda menyertakan utas berita yang berisi pernyataan Haris Pertama yang protes ke pemerintahan Jokowi karena membubarkan Front Pembela Islam (FPI).

"Ini mah dendam politik. Pelapornya @harisknpi pembela FPI. sakit hati FPI dibubarin, mau balas dendam Rizieq dipenjara ingin mata dibalas mata. Saya yakin polisi @CCICPolri bisa menilai tidak bisa diperalat jadi ajang balas dendam politik.

dilaporin: yang laporin:," tulis Abu Janda Kamis, (28/1/2021).

Cuitan Abu Janda disertai capture artikel berita KNPI laporkan Abu Janda terkait kasus dugaan rasisme.

Diketahui, Haris Pertama resmi melaporkan Abu Janda atas dugaan ujaran kebencian terhadap Natalius Pigai ke Bareskrim Mabes Polri.

Permadi Arya alias Abu Janda dilaporkan Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1/2021).

Abu Janda dilaporkan atas dugaan ujaran rasialisme lewat akun Twitter-nya terhadap mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Telah diterima laporan kami secara kooperatif dari pihak polisi bahwa kami telah melaporkan akun Twitter @permadiaktivis1 yang diduga dimiliki saudara Permadi alias Abu Janda,” kata Ketua bidang Hukum KNPI Medya Riszha Lubis di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis, dikutip dari Tribunnews.com.

“Yang kami laporkan adalah dugaan adanya ujaran kebencian dengan memakai SARA dalam tweet-nya tanggal 2 Januari tahun 2021 yang menyebut, kau @nataliuspigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau," sambungnya.

Menurut Medya, kata “evolusi” dalam cuitan tersebut yang membuat mereka melaporkan akun itu.

KNPI menilai, dengan kata itu, akun tersebut diduga telah menyebarkan ujaran kebencian.

“Dengan adanya kata-kata evolusi tersebut sudah jelas maksud dan tujuannya bukan sengaja nge-tweet tapi tujuannya menghina bentuk fisik dari adik-adik kita ini yang satu wilayah dengan Natalius Pigai," ujarnya.

Adapun laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim tertanggal Kamis 28 Januari 2021.

Medya menuturkan, cuitan tersebut sudah dihapus oleh Permadi. Namun, KNPI memiliki tangkapan layar atas cuitan tersebut yang dijadikan sebagai barang bukti.

Sebagai informasi, cuitan Permadi merespons kritik Natalius Pigai yang berkomentar kepada mantan Kepala BIN Hendropriyono dalam salah satu berita nasional.

Permadi mempertanyakan balik kapasitas Pigai dalam cuitannya tersebut.

"Kapasitas Jenderal Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur Bais, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Filsafat Ilmu Intelijen, Berjasa di Berbagai Operasi militer. Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau?," cuit Permadi dalam tangkapan layar akun @permadiaktivis1, Sabtu (2/1/2021). (TRIBUN-TIMUR.COM/ KOMPAS.COM)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul KABAR BURUK Abu Janda, NU Tak Akui Sebagai Kader Gara-gara Sebut Agama Arogan, Nasibnya Kini.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved