Breaking News:

Simpan Sabu di Kompor Gas, Guntur Dituntut 7 Tahun Penjara

Dalam surat tuntutan JPU Kejati Jambi yang dibacakan Jaksa Tito, terdakwa Guntur dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

Tribunjambi/hendro herlambang
Sidang di Pengadilan Negeri Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Muhammad Guntur alias Guntur dituntut tujuh tahun pidana penjara atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu.

Tuntutan di bacakan Jaksa Penuntut Umum Kejati Jambi pada sidang Selasa (26/1/2021) siang di Pengadilan Negeri Jambi.

Dalam surat tuntutan JPU Kejati Jambi yang dibacakan Jaksa Tito, terdakwa Guntur dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

Baca juga: 10 Tokoh Masyarakat Batanghari Ini Nyatakan Siap Divaksin Covid-19 Besok

Baca juga: Vaksin Covid-19 untuk Merangin Belum Diterima, Satgas Provinsi Tunggu kepastian Merangin

Baca juga: Terkuak Penyebab Nathalie Holscher Bisa Keguguran, Oma dari Istri Sule Bongkar Fakta Sebenarnya

Guntut dituntut bersalah atas pelaggaran pidana pada ketentuan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Terdakwa Guntur juga dituntut pidana denda senilai 800 juta rupiah subsider dua bulan pidana kurungan. Serta membayar biaya perkara senilai lima ribu rupiah.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun,"kata JPU Tito membacakan surat tuntutan di depan Majelis PN Jambi yang diketuai Hakim Yandri Roni.

Guntur ditangkap dalam kasus penyalah gunaan narkotika jenis sabu. Ia ditangkap dirumah kontrakannya di Jalan Melati 1 RT. 35 Kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi.

Sekitar pukul 17.30 wib hari Sabtu (25/7/2020). Kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jambi, Guntur mengaku saat itu sedang duduk di depan rumahnya, menunggu pembeli masker yang di jajakan.

Beberapa saat kemudian tim kepolisian dari Direktorat Reserse Narkotika Polda menggeruduk rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan alat hidap sabu, timbangan digital, plastik bening serta dua paket kecil sabu dari dalam kotak rokok miliknya.

Saat ditunjukkan barang bukti itu, Guntur tak membantahnya, kepada majelis hakim Guntur mengaku membeli setengah paket Ji sabu dari seorang kenalannya bernama Benny.

Paket narkotika jenis sabu itu menurut pengakuan Guntur di hadapan majelis hakim untuk dijual kembali. Ia bahkan menyewa satu unit rumah di kawasan Legok, Pulau Pandan untuk pelanggannya yang akan menggunakan sabu.

Pada saat digeledah, polisi menemukan empat paket kecil sabu. Dua paket disimpan di kota rokokonya. Dua paket lainnya ia simpan di kompor gas ruangan dapur.

Selain menjual, guntur juga mengkonsumsi sendiri barang dagangannya itu. Kepada majelis hakim Guntur meminta keringanan hukuman dan menyesali perbuatannya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved