Breaking News:

Denny Siregar Gelagapan Saat Dipaksa Bicara Soal Korupsi Bansos Juliari Batubara, Ada Apa?

Pegiat media sosial Denny Siregar mendadak kebingungan setelah dipaksa bicara soal korupsi bansos yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara

ILC/YouTube
Denny Siregar bingung saat diminta bicara soal korupsi bansos. 

Denny Siregar Gelagapan Saat Dipaksa Bicara Soal Korupsi Bansos Juliari Batubara, Ada Apa?

TRIBUNJAMBI.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar mendadak kebingungan setelah dipaksa bicara soal korupsi bansos yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Denny Siregar bingung sebab kasus bansos kini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut diungkapkan Denny Siregar melalui postingan Twitter @Dennysiregar7, Senin (26/1/2021) pukul 5.40 sore.

"Gua dipaksa2 bahas korupsi Bansos..

Bingung. Kan sudah diproses sama @KPK_RI. Biarkan KPK kerja. Gak usah sibuk ma teori2 konspirasi segala..

Kalian itu mau kasus ini jelas atau sedang onani ?," tulis Denny Siregar seperti dilansir TRIBUN-TIMUR.COM.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menangkap dan menetapkan tersangka terhadap Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara terkait kasus korupsi pengadaan bantuan sosial atau bansos penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial tahun 2020.

Ia ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK pada Minggu (6/12/2020) dini hari.

Baca juga: Fadli Zon Diejek Ikan Buntal Tapi Tak Pernah Marah, Denny Siregar: Pantas Dapat Bintang Mahaputra

Baca juga: Istana Terdiam Saat Jokowi Diledek Roy Suryo, Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta Luar Biasa Presiden

Baca juga: Tengku Zul Didebat Soal Umat Islam Dapat 4.900 Bidadari di Surga, Nama Jokowi Disebut-sebut, Kenapa?

Pada konstruksi perkara, KPK mengungkapkan bahwa Juliari diduga menerima uang suap sekitar Rp 8,2 miliar dalam pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama.

"Diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui AW dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat memimpin konferensi pers pukul 01.00 WIB.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). KPK resmi menahan Juliari P Batubara atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). KPK resmi menahan Juliari P Batubara atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Selanjutnya, pada periode kedua pelaksanaan bansos sembako, yakni dari Oktober sampai Desember 2020, terkumpul uang sekitar Rp 8,8 miliar.

"Itu juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," tambah Firli.

Dengan demikian, Juliari Batubara menerima uang suap total sekitar Rp 17 miliar yang diduga digunakan untuk keperluan pribadi. 

Baca juga: Umat Islam di Indonesia Marah Setelah Abu Janda Bilang Begini, Wapres Maruf Amin Harus Turun Tangan!

Baca juga: Jenderal Ini Berani Tolak Tawaran Presiden Jadi Dubes, Diangkat SBY Jadi Kapolri Lalu Dicopot Jokowi

Baca juga: Hati Dokter Micheale Hancur, Politisi Golkar Ini Kepergok Bawa Selingkuhan, Kapok Kini Kena Azabnya

Seret Nama Putra Jokowi

Kasus korupsi bansos di Kementerian Sosial melebar hingga nama putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ikut disebut-sebut.

Namun mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara akhirnya buka suara soal nama Gibran Rakabuming Raka yang dikait-kaitkan dengan kasusnya.

Juliari Batubara akhirnya bicara blak-balakan setelah ia menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/12/2020).

Dilansir Tribunnews, Juliari mengatakan ia akan mengikuti semua alur penyidikan terkait kasus korupsi bansos Covid-19.

"Ya saya ikuti dulu prosesnya," katanya singkat.

Saat ditanya mengenai keterlibatan putra sulung Presiden Jokowi dalam kasus Bansos Covid-19 di Kemensos, Juliari menegaskan suami Selvi Ananda tersebut tidak terlibat.

Menteri Sosial Juliari Batubara ditahan KPK
Menteri Sosial Juliari Batubara ditahan KPK ((ANTARA FOTO/Galih Pradipta))

Soal berita yang menyebutkan Gibran merekomendasikan Sritex pada Juliari, hal itu tak benar.

"Berita tidak benar," tegasnya.

Sebelumnya, Gibran telah membantah kabar tersebut lebih dulu pada Senin (21/12/2020).

Gibran mengatakan ia tidak pernah memberi rekomendasi pada Juliari Batubara untuk memesan tas bingkisan bansos ke Sritex.

Ia bahkan mempersilakan untuk membuktikan hal tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Sritex.

"Tidak benar itu, berita tidak benar itu. Saya tidak pernah beri rekomendasi soal tas goodie bag itu, nggak pernah seperti itu"

"Silakan crosscheck ke KPK, silakan crosscheck ke Sritex," ujar Gibran, Senin (21/12/2020), dikutip Tribunnews dari TribunSolo.

Apabila terbukti dirinya terlibat, kata Gibran, ia siap diproses secara hukum.

Ia mengaku tidak pernah ikut campur soal bansos, terutama memberi rekomendasi untuk membuat goodie bag.

Gibran bahkan mengatakan, jika ia memang berniat korupsi, ada proyek lebih besar ketimbang bansos Covid-19.

"Saya tidak pernah ikut-ikut soal gituan. Kalau saya mau korupsi, kenapa baru sekarang, kenapa gak dari dulu."

"Kalau mau proyek ya yang lebih gede. Ada proyek PLN, jalan tol, dan lain-lain," katanya.

Gibran sendiri mengaku belum pernah bertemu sosok Juliari Batubara.

"Ya kenal, tapi tidak pernah bertemu," tandasnya.

Ia pun mengaku merasa dirugikan dengan adanya berita miring tersebut.

Mengutip TribunSolo, Gibran menilai tidak ada bukti kuat yang menunjukkan ia terlibat kasus korupsi.

"Kalau saya merasa sangat dirugikan. Enak saja nulis berita tidak benar seperti itu," ujar Gibran

"Tidak ada buktinya, sumber tidak jelas," tambahnya.

Pihak Sritex juga menyebutkan tidak ada komunikasi dengan Gibran terkait proyek bansos Covid-19.

Meski begitu, Corporate Communication Head Sritex, Joy Citradewi, membenarkan Sritex menjadi supplier goodie bag Kemensos. 

"Betul kami salah satu supplier untuk tas bansos dari Kemensos," tulis Joy, lewat pesan WhatsApp kepada TribunSolo, Minggu (20/12/2020).

Joy menegaskan pihaknya sama sekali tidak ada komunikasi dengan Gibran terkait pemesanan goodie bag.

"Info dari marketing kami, di-approach oleh Kemensos."

"Apakah approach tersebut atas rekomendasi orang lain, kami tidak tahu."

"Dan kami juga tidak ada komunikasi apapun mengenai ini dengan Gibran," tegasnya.

Diketahui, sebelumnya Tempo memberitakan Juliari Batubara mendapat rekomendasi dari Gibran untuk memesan goodie bag di Sritex.

Juliari sendiri resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (6/12/2020).

Ia disebut-sebut mendapat untung sebesar Rp 17 miliar dari program bansos Covid-19.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Ilham Rian Pratama, Tribun Solo/Adi Surya Samodra)

Artikel ini sebagian telah tayang di tribun-timur.com dengan judul JAWABAN Denny Siregar saat Dipaksa Bahas Korupsi Bansos: Bingung, Kan Sudah Diproses sama KPK.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved