Sejarah Jambi

WIKIJAMBI Peradaban di Jambi Sejak Masa Prasejarah, Mengenal Suku-suku di Jambi Masa Dulu

Mulai dari Suku Kerinci yang mendiami sekitar Kerinci, Suku Batin, Suku Bangsa Dua Belas, Suku Penghulu, sampai Suku Anak Dalam.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/nurlailis
Suku Anak Dalam 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peradaban Jambi diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Sebelum masa kerajaan, peradaban di Jambi diperkirakan masih dalam zaman purba.

Sebagaimana yang disampaikan sejarawan Jambi, Junaidi T Noor (almarhum) dilansir dari disdik.jambiprov.go.id, etnik yang pertama menghuni Jambi adalah etnik Melayu.

Seiring waktu, etnik tersebut berkembang menjadi beberapa suku. Mulai dari Suku Kerinci yang mendiami sekitar Kerinci, Suku Batin, Suku Bangsa Dua Belas, Suku Penghulu, sampai Suku Anak Dalam.

Penduduk Jambi terbentuk dari perpaduan berbagai kelompok etnik, baik penduduk asli maupun pendatang. Penduduk asli Jambi terdiri atas Suku Bangsa Kubu, Kerinci, Batin, Orang Laut atau Bajau, Orang Penghulu, Suku Pindah dan Orang Melayu.

Sedangkan penduduk pendatang berasal dari Palembang, Minangkabau, Jawa, Batak, Bugis, Banjar dan sebagainya.

Selain itu orang-orang Tionghoa, Arab dan India juga merupakan bagian dari pengayaan suku atau asimilasi penduduk Jambi.

Suku Bangsa Kubu atau disebut Suku Anak Dalam (SAD) merupakan suku bangsa yang paling awal datang ke Jambi sekitar 4.500 tahun sebelum masehi. Asal usul Suku SAD masih belum dapat dipastikan, ada yang berpendapat bahwa SAD merupakan penduduk Sriwijaya yang diserang oleh Kerajaan Chola India, Kerjaan Singosari dan Majapahit.

Suku Bangsa Kerinci merupakan penduduk kedua yang datang ke Jambi.

Mereka diperkirakan berasal dari Hindia Belakang yang datang melalui Semenanjung Malaka terus ke hulu menyusuri Batanghari mencari daerah subur yaitu Kerinci.

Perpindahan ini terjadi sekitar pada 4.000 tahun sebelum masehi.

Suku Batin, Penghulu dan Suku Pindah mendiami Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo dan Tebo. Suku Batin berasal dari daerah pegunungan sebelah barat seperti Kerinci. Diperkirakan perpindahan itu terjadi sekitar abad pertama masehi. Setelah daerah tersebut didiami orang-orang Suku Batin, pada abad 15 datang orang-oramg Penghulu yang berasal dari Minangkabau. Mereka datang karena tertarik dengan tambang-tambang emas yang banyak terdapat di daerah tersebut, seperti Liman, Batang asai, Nibung, Pangkalan Jambu dan Ulu Tabir.
Kemudian setelah itu datang pula orang-orang Rawas dari Palembang yang disebut orang Pindah.

Suku Melayu diperkirakan datang ke Jambi pada 3500 sebelum masehi. Mereka berasal dari Hindi Belakang yang mendiami daerah Kabupaten Batanghari, Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi dan Kota Jambi. Pola kehidupan Suku Melayu mirip dengan Suku Batin yang hidup dari hasil pertanian.

Sedangkan Suku Bajau dan Orang Laut merupakan penduduk pendatang terakhir yang hidup dan mengembangkan kebudayaannya di daerah tepi pantai.
Masa prasejarah Jambi terdiri dari Zaman Mesolitik dan Zaman Neolitik.

Setelah masa prasejarah, peradaban di Jambi masuk pada masa Kerajaan Melayu Kuno, Kerajaan Melayu Islam, Masa Kolonial, Masa Kemerdekaan RI, hingga Masa Provinsi Jambi.

(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Baca juga: Kasus Kades Tersandung Dugaan Pencabulan di Tebo Berujung Laporan ke Polisi

Baca juga: Pertarungan Godzilla vs Kong, Sutradara Beri Bocoran Pemenang

Baca juga: Live Streaming BTS dan BLACKPINK di Tokopedia WIB Malam Ini, Pesta Promo Brand Pilihan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved